BANDA ACEH – Teuku Zaid Badillah akhirnya terpilih menjadi Ketua Ikatan Alumni MAN Meulaboh I (IKAMSA) periode 2017-2018 menggantikan Mufti Akbar. Mahasiswa jurusan Budidaya Perairan Unsyiah tersebut terpilih setelah berhasil menggalahkan 2 rivalnya masing-masing Haqqul Mulki dan Afdanil Saputra dalam Musyawah Besar (Mubes) ke IX Ikamsa Banda Aceh di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Minggu, 7 Mei 2017.

Pimpinan sidang Mubes Ikamsa ke IX, Bilhakki menyatakan bahwa pada Mubes kali ini muncul tujuh orang kandidat masing-masing, Harisna, Fadliansyah, Fadel Adhiyaksa, Muhammad Edi, Afdanil Saputra, Haqqul Mulki dan Teuku Zaid Badillah. Namun diakhir pemilihan hanya tiga kandidat yang lulus verifikasi bakal calon.

“Teuku Zaid Badillah terpilih setelah berhasil menggalahkan 2 rivalnya masing-masing Haqqul Mulki dan Afdanil Saputra dalam Musyawah Besar (Mubes) ke IX Ikamsa Banda Aceh untuk menjadi ‘nahkoda’ ikamsa untuk masa bhakti 2017-2018,” kata BilhakkiU

Dalam kesempatan tersebut, Ketua umum terpilih Teuku Zaid Badillah berterima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepadanya dan berharap dukungan dari semua alumni untuk sama-sama berkontribusi dalam membangun almamater dan memimpin organisasi ikamsa ke depan.

“Terima kasih banyak untuk ketua Ikamsa dan juga pengurus-pengurus terdahulu yang telah memercayai saya, sekaligus menyerahkan mandat dan nahkoda Ikamsa kepada saya. Insya Allah perubahan akan saya hadirkan untuk Ikamsa yang lebih maju dikemudian hari,” kata Teuku Zaid melalui siaran pers.

Sementara itu, Teuku Ade Vidyan Maqfirah selaku steering committee dalam sambutan dan arahannnya mengatakan, sudah saatnya Ikamsa ke depan berpikir untuk merumuskan kembali dan mewacanakan konsep perubahan dalam hal struktur organisasi.

Ke depan ia berharap semoga tidak ada perbedaan antara siswa yang reguler dengan boarding school, karena dilahirkan dalam satu rahim MAN Meulaboh I.

“Ke depan yang perlu diwacanakan kembali adalah perubahan struktur organisasi, sudah saatnya tokoh-tokoh yang mengambil peran penting di Aceh ini seperti Prof. Syahrizal Abbas untuk menjadi ketua dan adik-adik mahasiswa menjadi pengurus harian untuk sama-sama berkontribusi membangun sekolah,” kata Teuku Ade Vidyan Maqfirah.[]