SUBULUSSALAM – Ketua Tim Gerak Cepat Penanganan Covid-19 BLUD RSUD Kota Subulussalam, dr. Mhd. Armansyah, menanggapi tudingan netizen soal ketidakhadiran Wali Kota H. Affan Alfian Bintang bersama Wakil Wali Kota Salmaza saat kasus perdana pasien positif Covid-19 meninggal di RSUD Kota Subulussalam beberapa hari lalu.

Mhd. Armansyah menjelaskan saat kejadian pasien positif Covid-19 meninggal, Wali Kota Subulussalam melalui adc menghubungi dirinya menanyakan terkait kebenaran informasi tersebut, dan berencana meninjau langsung ke RSUD Kota Subulussalam.

Namun, kata Armansyah karena tidak ada ketersedian Alat Pelindung Diri (APD) untuk kepala daerah dan wakil kepala daerah, maka pihaknya melarang Affan Alfian Bintang bersama Salmaza datang ke RSUD Kota Subulussalam.

Mhd. Armansyah yang juga Ketua IDI Kota Subulussalam mengatakan, Wali Kota Affan Alfian Bintang saat itu berencana hadir, namun karena alasan keamanan dan situasi yang tidak kondusif, pihaknya melarang orang nomor satu di Bumi Sada Kata itu datang untuk meninau pasien positif Covid-19 meninggal dunia.

“Memang benar pada saat pasien tersebut meninggal di RSUD, saya dihubungi ajudan Pak Wali Kota, menanyakan hal tersebut. Pak Wali berencana hadir, cuma kita larang Pak Wali dan Pak Wakil untuk hadir, karana APD kita gak siap dan keamanan juga gak kondusif pada saat itu,” kata Ketua TGC Penanganan Covid-19 BLUD RSUD Kota Subulussalam, Mhd. Armansyah dalam siaran persnya kepada portalsatu.com, Senin, 17 Agustus 2020.

Pernyataan ini disampaikan Armansyah menjawab tudingan netizen yang menyebutkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Subulussalam lebih memilih rekreasi ke objek wisata dibandingkan meninjau pasien positif Covid-19 meninggal di RSUD Kota Subulussalam.

Kehadiran Affan Alfian Bintang bersama Salmaza dan Kajari Mhd Alinafiah Saragih ke objek wisata pemandian di Penutungan, Kecamatan Penanggalan waktu itu memenuhi undangan penggiat wisata Kota Subulussalam yang sedang melakukan aksi pembersihan sampah plastik di lokasi wisata.

Seperti diketahui Komunikasi Wisata Kota Subulussalam (WKS) bersama Forum Anak Sada Kata Subulussalam (Forsaka) pada 13 Agustus lalu, melakukan pembersihan sampah plastik di Penutungan dilanjutkan makan bersama Kuah Beulangong atau gule sie kameng dengan tamu undangan.

"Pak Wali Kota nanti hadir sudah kita undang," kata Ketua WKS Zulkarnain kepada portalsatu.com/ di sela-sela mencincang daging kambing waktu itu di wisata pemandian Penutungan.[]