LHOKSUKON – Muspika plus, Tastafi dan Sirrul Mubtadin Kecamatan Nibong, menggelar zikir akbar, taushiyah dan pengajian sirah (sejarah), di Masjid Besar Nurul Iman, Nibong, Aceh Utara, Kamis, 16 Agustus 2018, malam.
Kegiatan dihadiri seribuan warga termasuk anak-anak itu diawali taushiyah disampaikan Tgk. H. Jamaluddin, ulama dari Simpang Cibrek, Aceh Utara, dan pengajian sirah oleh Tgk. H. Taqiyuddin Muhammad, peneliti sejarah dan kebudayaan Islam.
Tgk. Taqiyuddin mengawali dengan pesan yang dinilai teramat penting kepada para jemaah, “Hadirkan Rasulullah dalam rumah kita setiap hari”.
Pesan tersebut berulang kali diucapkan Tgk. Taqiyuddin, seakan ia penuh harap agar benar-benar terekam dalam ingatan para jemaah, terutama suami dan istri atau orangtua dalam setiap rumah tangga.
Menurut Tgk. Taqiyuddin, jika selama ini perbincangan di dalam rumah-rumah warga Aceh berisi cerita tentang selebriti (artis) atau dunia entertainment (hiburan), sebaiknya segera ditinggalkan. Pasalnya, keliru jika sosok selebriti dijadikan panutan dalam kehidupan sehari-hari. “Bek cerita selebriti, po nyoe po jeh,” ujarnya.
“Yang paling penting, hadirkan pembicaraan dalam rumah tentang perjuangan dan pengorbanan Rasulullah Saw. Pengorbanan yang luar biasa dalam menjalankan perintah Allah Swt. Hadirkan Rasulullah setiap hari. Beliaulah teladan terbaik,” kata Tgk. Taqiyuddin.
Tgk. Taqiyuddin kemudian mengutip firman Allah, (yang artinya), “Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti (fakta) yang sangat jelas (dari Tuhanmu), yakni Muhammad Saw. Dan Kami turunkan cahaya terang benderang, yakni Al-Quran” (QS. An Nisa: 174).
Jadi, menurut Tgk. Taqiyuddin, masyarakat Aceh sebagai umat Nabi Muhammad, mestinya menjadikan sejarah Rasulullah sebagai bahan percakapan dalam setiap rumah. Menurutnya, sejarah manusia yang paling panyak ditulis di muka bumi ini adalah sejarah Rasulullah.
“Rasulullah ureung yang paleng ta sayang, pang ulee teuh. Beulee ta sebutkan Rasulullah, ta cerita tentang Rasulullah. Han rugoe ulee dan atee tanyoe ta cerita tentang Rasulullah, karna beliau teladan yang paleng get,” ujar Tgk. Taqiyuddin.
Tgk. Taqiyuddin melanjutkan, “Selamatkan generasi kita dari berbagai macam racun dunia. (Caranya) hadirkan Rasulullah dan para sahabat dalam rumah dan sekolah-sekolah”.
Ia turut mengutip sabda Rasulullah Saw., “Para sahabatku bagaikan bintang-bintang di langit, siapapun yang kalian ikuti dari mereka, niscaya kalian akan mendapatkan hidayah (petunjuk).”
Peneliti sejarah dan kebudayaan Islam itu lalu mengungkapkan hasil penelitiannya di Kecamatan Nibong, yang merupakan salah satu kawasan tinggalan Kerajaan Islam Samudra Pasai. Di Gampong Bumban, Kecamatan Nibong, kata Tgk. Taqiyuddin, ditemukan salah satu nisan bertarikh 796 Hijriah (1394 Masehi), yang terpahat aksara dan kalimat Arab dengan kaligrafi lumayan indah.
Tulisan Arab pada batu nisan berusia hampir 700 tahun itu berisi sanjungan kepada Rasulullah dengan sebaik-baik sanjungan, yakni “Nabi Muhammad Shalla-Llahu 'alaihi wa Sallam sebagai Pemilik Mimbar dan Maqam, Mahkota para Nabi dan Penghulu seluruh makhluk di alam semesta”. Maqam yang dimaksud bukanlah kuburan, tetapi martabat.
Masih di Kecamatan Nibong, tepatnya Gampong Maddi, ada batu nisan terpahat relief lampu (misykah) yang menjantungkan kalimat tauhid. Menurut Tgk. Taqiyuddin, tauhid merupakan penerang jalan hidup yang dinyalakan era Samudra Pasai melalui syiar dan dakwah dalam rangka memperluas negeri Islam di Asia Tenggara.
Tgk. Taqiyuddin menyarankan agar batu nisan atau kompleks makam di Bumban dan Maddi, Kecamatan Nibong, itu dipugar sebagai bukti sejarah peninggalan Samudra Pasai. Bukti sejarah itu menunjukkan, Nibong salah satu kawasan Kerajaan Islam Samudra Pasai yang yakin dan tangguh dalam dakwah.
“Ureung chik geutanyoe jameun (nenek moyang kita) adalah orang-orang yang menegakkan Islam dan menyebarkan Islam sampai ke Asia Tenggara. Dan bukti sejarah menunjukkan, sekitar 700 tahun silam, nama Nabi Muhammad Saw., sudah terukir di Nibong ini. Oleh karena itu, ceritakan kepada anak-anak kita tentang kisah-kisah Rasulullah. Rasulullah harus tetap dalam ingatan kita, karena beliau teladan terbaik,” ujar Tgk. Taqiyuddin.
Usai pengajian sirah itu, dilanjutkan dengan zikir bersama dipimpin Tgk. Khalili Jeunib hingga tengah malam. Kegiatan di bawah tanggung jawab Camat Nibong, Fauzi Saputra, S.IP., dan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Nibong, Tgk. Andi Saputra, S.HI., sebagai ketua panitia, itu turut dihadiri Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf alias Sidom Peng.[](idg)






