LHOKSUKON – Sepuluh Madrasah Aliyah Negeri (MAN) dan Swasta (MAS) di Aceh Utara gagal ikut Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) lantaran internet yang belum menjangkau wilayah pedalaman. Sekolah tersebut hanya mendaftarkan siswanya untuk ikut Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP).

“Di Aceh Utara terdapat 26 MAN dan MAS, tapi tahun ini hanya 16 MA/S yang berhasil ikut UNBK. Sementara 10 MAS lainnya hanya mendaftar UNKP,” ujar Zahiri, Ketua Kelompok Kerja Madrasah (K3M) Aceh Utara dihubungi portalsatu.com, Selasa, 11 April 2017.

Zahiri mengatakan, hal itu terjadi karena 10 madrasah tersebut belum terjangkau internet. Masing-masing MAN Beureghang, MAN Sumbok, MAS Alfalaq, MAS Darul Qiram, MAS Babussalam, MAS Samudera, MAS Bayu, MAS Meurah Mulia, MAS Darul Muraqin dan MAS Sultan Malikussaleh.

“Selain belum terjangkau internet, jumlah komputer yang belum mencukupi juga menjadi kendala siswa ikut UNBK. Komputer ada, hanya saja jumlahnya belum cukup. Kendala utama itu internet, karena internet tidak bisa dibeli begitu saja, harus diproses,” kata Zahiri yang juga Kepala MAS Seunuddon.

Zahiri melanjutkan, “Belakangan setelah didaftarkan UNKP, barulah diketahui bisa pakai modem. Namun sudah tidak bisa lagi ikut UNBK, karena saat mendaftar UNKP”.[]