Jika merenung sejenak, kita akan bisa menyadari bahwa kita semua dikelilingi oleh nikmat yang tidak terbatas banyaknya. Dalam hitungan waktu, setiap detik, menit, dan seterusnya tercurah kenikmatan dari Allah SWT tak terhenti yang berupa hidup, kesehatan, kecerdasan, panca indra, udara yang dihirup.
Karena itu setiap saat kita dituntut bersyukur kepada Allah dengan mengakui dalam hati dan menggunakannya dalam kebaikan sesuai tuntunan syariat.
Ada banyak cara yang dapat dilakukan manusia untuk mensyukuri nikmat Allah. Secara garis besar, mensyukuri nikmat ini dapat dilakukan dengan tiga cara.
1. Mensyukuri nikmat Allah SWT melalui hati
Cara bersyukur kepada Allah SWT dengan hati maksudnya adalah mengakui, mengimani dan meyakini sepenuh hati bahwa segala bentuk kenikmatan ini datangnya hanya dari Allah.
2. Mensyukuri nikmat Allah SWT melalui lisan
Cara mensyukuri nikmat Allah SWT dengan lisan adalah kita memperbanyak ucapan alhamdulillah (segala puji milik Allah) wasysyukru lillah (dan segala bentuk syukur juga milik Allah SWT).
3. Mensyukuri nikmat Allah SWT melalui perbuatan
Cara mensyukuri nikmat Allah SWT dengan perbuatan yaitu perbuatan dalam bentuk ketaatan kita menjalankan segala apa yang diperintah dan menjauhi segala apa yang dilarang-Nya.
Bersyukur kepada Allah pada hakikatnya didasarkan atas pengakuan kita bahwa segala kenikmatan yang ada pada diri kita dan semua makhluk ciptaan-Nya adalah berasal dari Allah. Karena itu kepada-Nya semua kenikmatan itu harus digunakan. Yaitu dengan cara menggunakan semua karunia sesuai keinginan dan maksud tujuan Allah yang memberikan nikmat tersebut.
Syukur dengan hati, lisan dan perbuatan ini hendaklah terefleksi dan tercermin pada setiap momentum yang bersifat nyata, bahkan yang tersamar sekalipun.
Contoh cerminan sikap mensyukuri nikmat Allah yang tampak secara lahir ini dapat dilihat dalam sikap Nabi Sulaiman as saat ia mendapati singgasana Bilqis sudah ada di sampingnya dalam sekejap mata. Saat itu Nabi Sulaiman langsung berkata, “Ini adalah anugerah Allah. Dia bermaksud mengujiku, adakah aku bersyukur ataukah aku kufur.” (QS. An-Naml: 40)
Semoga kita selalu menjadi orang-orang yang bersyukur dan dijauhkan dari sifat-sifat orang yang kufur nikmat. Aamiin.[] Sumber: bacaanmadani

