SUBULUSSALAM Warga tiga desa di Kecamatan Rundeng Kota Subulussalam masih menggunakan rakit mesin robin sebagai alat transportasi untuk menyebrang sungai Souraya, Selasa, 25 Juli 2017.
Ketiga desa tersebut Desa Dah, Sepang, dan Bunga Tanjung. Warga dari tiga desa itu saban hari menaiki rakit untuk berbagai keperluan, termasuk membawa hasil tani seperti sawit, karet dan sayur-sayuran.
Pantauan di lapangan, rakit mesim robin itu mampu membawa beberapa sepeda motor dan warga untuk melintasi sungai. Aktivitas penyebrangan sejak pukul 07:00 sampai 18.00 WIB dengan tarif sekitar Rp5 ribu per orang.
Di tengah sungai tampak sejumlah tiang besi berukuram besar berdiri kokoh. Kasman, salah seorang warga setempat mengatakan bangunan itu dimulai sejak 2014 lalu untuk proses pembuatan jembatan permanen.
“Iya katanya mau dibangun jembatan permanen, namun sampai sekarang belum bisa digunakan,” katanya.
Mantan Kades Dah, Zakaria mengatakan, pembangunan jembatan tersebut akan dilanjutkan, tetapi belum bisa dikerjaan dalam waktu dekat ini karena keterbataaan dana menurut informasi dari pemerintah.
Ia berharap Pemerintah Aceh dan Kota Subulussalam dapat mengalokasikan dana lanjutan pembuatan jembatan, sehingga warga tidak lagi naik rakit. “Naik rakit ini resikonya besar, kalau jatuh langsung ke sungai,” ungkapnya.[]



