BLANGKEJEREN – Tiga jembatan gantung di sepanjang aliran Sungai Kuala Tripe diterjang arus sungai hingga rusak berat. Ketiga jembatan itu adalah jembatan Gantung Atu Baro, Kecamatan Rikit Gaib, jembatan Gantung Remukut, Kecamatan Pantan Cuaca, dan jembatan Gantung Pasir, Kecamatan Tripe Jaya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gayo Lues Suhaidi melalui Suryadi, S.T., Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD, Rabu, 13 April 2022, mengatakan pihaknya sudah membuat laporan terkait tiga jembatan gantung yang rusak tersebut.

“Untuk sementara, kami masih berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR),” katanya saat ditanya siapa yang akan melakukan perbaikan terhadap jembatan gantung yang rusak tersebut, apakah BPBD atau PUPR.

Mansuruddin, S.T., Kepala Dinas PUPR Gayo Lues, mengatakan untuk penaganan jalan dan jembatan yang mengalami kerusakan akibat bencana atau kejadian tidak terduga, itu perbaikanya di BPBD, apalagi perkiraan biayanya yang cukup besar.

“Di Dinas PUPR hanya tersedia anggaran oprasional, pemeliharaan jalan dan jembatan selama satu tahun terhadap ruas jalan dan jembatan yang terlebih dahulu sudah kita programkan, dan kerusakanya berskala kecil,” katanya.

Berdasarkan hasil tinjauan PUPR bersama BPBD kemarin kata Mansuruddin, tiga jembatan gantung yang mengalami rusak diterjang air sungai itu akan menelan biaya cukup besar, dan penanganannya dari pihak BPBD.[]