BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh telah menyiapkan 'jurus' menghadapi tantangan berat terkait masalah kebersihan di Kota Banda Aceh. Hal itu disampaikan Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, dalam sambutannya usai mengarak Piala Adipura ke-9 Kamis sore, 3 Agustus 2017.

“Kemudian juga untuk terus terciptanya kebersihan Kota Banda Aceh kita tetap bekerja melalui dinas kebersihan untuk mengawal sampah yang ada di Kota Banda Aceh dan kita juga akan membentuk polisi sampah, patroli sampah, dan informasi sampah,” kata Aminullah.

Adapun langkah tersebut, kata Amin, merupakan pola terbaru yang sudah pernah disampaikan dan rencananya akan mulai diterapkan dalam waktu dekat ini.

“Pola-pola baru untuk menangani kebersihan kota sudah kita sampaikan,” ujarnya. “Hari ini kita nyatakan, ketiga konsep yang saya katakan tadi kita mulai terapkan. Mungkin besok atau lusa ini sudah bekerja polisi sampah, patroli sampah, dan informasi sampah,” ujarnya lagi.

Secara detail Amin menjelaskan ketiga jurus tersebut.

“Pertama sekali konsep yang sudah kita sampaikan adalah akan kita adakan polisi sampah. Jadi untuk polisi sampah ini kita bekerja sama nanti dengan pihak Satpol PP. Bukan untuk menangkap orang (yang melakukan) pelanggaran sampah, mungkin bisa menegur. Tetapi melihat di mana saja ada sampah mungkin terlupakan, terabaikan, untuk kita tangani, untuk mengambil, Satpol PP bisa melaporkan kepada kami. Bisa melaporkan langsung kepada Dinas Kebersihan untuk kita ambil sampah itu jangan menjadi keluhan dari masyarakat.”

“Kedua kita akan siapkan patroli sampah. Patroli sampah dikerjakan oleh Dinas Kebersihan sendiri. Mereka keliling, jika melihat ada sampah, ambil. Mungkin ada kelupaan yang tidak kita ambil. Jadi, nanti kita akan menyiapkan khusus patroli sampah. Nanti kita sediakan truk satu, kemudian jalan, jika melihat ada sampah.”

“Kemudian yang ketiga adalah kita akan menyiapkan informasi sampah. Masyarakat yang ada di kampung-kampung dan masyarakat yang ada di mana saja, nanti kita akan buat call center. Untuk Menyampaikan keluhan-keluhan tentang adanya sampah, siapa saja masyarakat Banda Aceh yang melapor jika melihat adanya sampah.”[] (*sar)