Jumat, Juli 19, 2024

Ini Kata Camat Tanah...

ACEH UTARA - Pemerintah sedang melakukan pendataan bangunan yang rusak akibat diterjang badai...

JPU Tuntut Lima Terdakwa...

BANDA ACEH - Jaksa Penuntut Umum menuntut empat terdakwa perkara dugaan korupsi pada...

Abu Razak Temui Kapolda,...

BANDA ACEH – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh H. Kamaruddin...

Diterjang Badai, Lapak Pedagang...

ACEH UTARA - Banyak lapak pedagang dan warung di sepanjang jalan Simpang Rangkaya,...
BerandaBerita Aceh UtaraBegini Respons Nasir...

Begini Respons Nasir Djamil Soal Kebocoran Pipa Gas Cluster I PGE

LHOKSUKON – Anggota DPR RI asal Aceh, M. Nasir Djamil, merespons kebocoran pipa gas Cluster I PT Pema Global Energi (PGE) yang mengakibatkan semburan lumpur di area cluster tersebut pada 11 Februari 2022.

“Kita meminta kepada PT PGE untuk segera mengatasi lokasi kebocoran pipa gas itu agar tidak menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat. Ini kelalaian yang menyebabkan masyarakat terganggu,” kata Nasir Djamil dalam keterangannya, Senin, 14 Februari 2022.

Menurut Nasir, karena kelalaian maka PT PGE patut meminta maaf, dan berjanji untuk melakukan pemeliharaan instalasi tersebut, sehingga tidak terulang kembali hal yang sama. Oleh karena itu, diharapkan PGE agar tidak berlama-lama menyelesaikan kebocoran pipa tersebut, dan wajib segera harus diatasi.

“Seharusnya sejak awal diberitahukan kepada masyarakat bahwa ada kebocoran,” ujar Nasir Djamil.

Diberitakan sebelumnya, warga lingkungan Cluster I PT PGE meminta perusahaan itu menangani secara serius terkait kebocoran pipa gas yang mengakibatkan semburan lumpur di area cluster tersebut, Jumat, 11 Februari 2022.

Sebelumnya, saat terjadi kebocoran pipa yang mengalirkan gas dari Cluster I ke Cluster III sempat membuat masyarakat sekitar panik. Video semburan lumpur pun beredar di media sosial Facebook dan WhatsApp.

“Ini ladang gas. Kalau dibilang tidak berbahaya akibat adanya kebocoran pipa gas, itu rasanya kurang masuk akal. Mungkin bagi mereka pihak perusahaan tidak bahaya, tetapi kita masyarakat menganggap ini sangat berbahaya. Kalau bisa itu diperbaiki secepatnya,” kata Amir, warga Gampong Blang, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara, kepada wartawan, Sabtu, 12 Februari 2022.

Amir menyebut bau yang muncul akibat semburan lumpur itu sangat menyengat. “Sehingga dampaknya berbahaya bagi kesehatan masyarakat sekitar, khususnya anak-anak yang melintasi jalan kawasan Cluster I saat pergi sekolah,” ucapnya.

External Relation Manager PT PGE, Agussalim, mengatakan kebocoran terjadi pada pipa yang mengalirkan gas dari Cluster I ke Cluster II. Kondisi terkini, kata dia, pipa tersebut sudah ditutup (dilock) dan sedang dilakukan perbaikan oleh tim teknis PGE dengan terlebih dahulu mengeringkan sisa gas dan cairan yang terdapat di dalam pipa tersebut.

“Kita pastikan tidak ada semburan lagi. Masyarakat jangan khawatir, karena hal tersebut dipastikan tidak berbahaya. Bau yang ditimbulkan adalah bau lumpur yang keluar dari pipa dan akan segera habis,” ujar Agussalim.

Agussalim menyebut saat ini sudah tidak ada lagi gelembung kebocoran. “Kondisi terkini tidak ada lagi semburan atau gelembung. Pipa underground 42 Cluster I sudah diisolate, pressure pipa sudah zero,” ucapnya.

“Tim teknis PGE melakukan flushing dengan water, dan dilakukan penggalian dengan penggantian clamp yang lama dengan yang baru dan kita tutup,” tambah Agussalim.[]

Baca juga: