BANDA ACEH – Jelang pelaksanaan pesta demokrasi atau Pilkada Aceh, akhir-akhir ini jagat media sosial (medsos) terutama Facebook yang banyak disukai masyarakat, terpantau ada yang sangat agresif menyebarkan berita yang dinilai fitnah atau gosip rekaan saja. Gosip dan berita fitnah semacam ini, terutama soalan politik sangat disukai sebagian masyarakat.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Pemenangan Muzakir Manaf – TA Khalid dari Partai Gerindra Aceh, Safaruddin S.Sos.MSP, dalam siaran persnya, Minggu 18 September 2016. Dia mengatakan selama ini pihaknya terus memantau pergerakan akun-akun di media sosial, yang bekerja sangat masif dan seperti terorganisir, menyebarkan berita fitnah, terutama kepada ketua umum Partai Gerindra H.Prabowo Subianto. Di mana dalam postingan akun-akun kloningan ini, terus menyebar berita kebohongan kepada masyarakat. 

Safaruddin memperlihatkan beberapa nama akun di media sosial Facebook tersebut, dengan memakai nama perempuan. Dalam postingannya, si pemilik akun, terus saja menulis fitnah kepada Prabowo Subianto. Di mana ditulisnya, Prabowo terlibat dalam konfik Aceh masa lalu. 

“Di media center kita, tiap hari kami terus memantau gerak gerik akun akun yang menyebarkan fitnah kepada Prabowo Subianto, untuk pasangan Mualem dan TA Khalid dan Partai Gerindra pada umumnya. Ini pasti tidak akan kami biarkan, ini semua akan kita laporkan ke pihak kepolisian,” kata Safar. 

Disebutkannya, kehadiran akun-akun tersebut, disinyalir adalah kerja jahat pihak lawan, untuk menjatuhkan kekuatan besar pasangan Mualem -TA Khalid, yang semakin berpengaruh dan tinggi elektabilitasnya di tengah masyarakat Aceh. 

Ditambahkan Safar, timnya akan segera berkoordinasi dengan pihak Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Unit Cyber Crime Polda Aceh untuk melapor akun-akun media sosial yang menyebarkan berita fitnah seperti itu untuk ditindaklanjuti dan diproses sesuai UU ITE yang berlaku di negeri ini.

Sementara itu, Mahfudz Y Loethan, dari media Center Tim Pemenangan Muzakir Manaf dan TA Khalid, mengajak masyarakat untuk cerdas dan membuat filterisasi yang kuat, dalam mengkomsumsi postingan dari akun-akun yang tidak jelas di media sosial. “Jangan kita menelan mentah mentah, setiap isi berita atau opini penulis yang belum jelas kebenarannya”.

“Mari kita tabayyun, cari kejelasan yang pasti dulu, ketika menerima informasi yang belum jelas sumbernya, ini penting, biar kita tidak tersesat dalam menerima informasi,” kata Mahfudz.[]