MOSKOW – Harapan Aceh selalu damai dalam semua hal menjadi impian semua masyarakat Aceh. Begitu juga dua pemuda Aceh yang kini sedang di Rusia. Mereka berharap Pilkada Aceh 2017 berjalan lacar.

Teuku Rafsanjani, inisiator pengiriman pesan pilkada damai Aceh dari Rusia mengatakan, damai impian semua masyarakat Aceh. Semakin baik proses penyelenggaraan pilkada, maka kian bermartabat Aceh di mata dunia.

Rafsanjani dan Rizki Gen merasa perlu memanfaatkan momentum ketika berada di Rusia untuk mengkampanyekan pilkada damai, sebab keduanya merupakan putra asal Nagan Raya dan Banda Aceh. 

“Aceh butuh kedamaian dalam pesta rakyat ini, dan kedamaian itu harus ditunjukkan oleh semua elemen masyarakat. Pilkada damai akan menghasilkan pemimpin yang dicintai masyarakat,” kata mahasiswa Undip tersebut dalam siaran pers diterima portalsatu.com.

Diberitakan sebelumnya, Rafsanjani dan Rizki Gen membawa grup Tari Ratoh Jaroe ke Negeri Beruang Merah itu dan berhasil memenangkan kompetisi Festival Folklor Internasional yang digelar di Hotel Saint Petersburg Russia, Selasa, 15 November 2016, waktu setempat.

Tarian asal Aceh yang dibawakan International Program Dance Club (IPDC) Yogyakarta itu mampu memukau para juri dan seluruh penonton.

Tim tersebut mendapat juara I untuk kategori tarian tradisional dan penghargaan terbaik Star of Interfolk. Sementara tiga penghargaan lainnya yaitu pilihan juri terbaik bidang aransemen musik, pilihan juri terbaik bidang penguasaan pertunjukan, dan piagam karya seni terbaik.

Tarian Ratoh Jaroe dimotori 15 penari wanita dari Universitas Islam Indonesia dan empat pelatih berasal dari Aceh. Para pelatih adalah T. M. Rafsanjani, M. Rizki Asyary, Muhammad Alfara, dan Yahya Muhaimin.

Tim bekerja keras selama tujuh bulan mempersiapkan penampilan ini untuk membuktikan budaya Aceh mampu bersaing di dunia internasional.

Tahun ini, festival yang bertajuk Interfolk in Russia itu menghadirkan 69 peserta dari seluruh dunia, seperti Meksiko, Kazakhstan, Iran, Mesir, Bulgaria, China, Polandia, Rumania, Armenia, Latvia dan berbagai negara lainnya.

IPDC merupakan satu-satunya perwakilan Indonesia di ajang kompetisi internasional ini. Selain membawa Tari Ratoh Jaroe, IPDC juga mempersembahkan tari Aceh lainnya seperti Rapai Saman dan Tarek Pukat.[]