BANDA ACEH – Aceh bisa menyusul  kondisi pembangunan, ilmu pengetahuan dan perekonomian di Aarhus, Denmark, jika seluruh elemen mau bekerjasama.

“Saya harap orang-orang di sekeliling Irwandi-Nova itu orang yang educated dan berkompeten, tapi bukan kepala dinas ya. Tim work nya Bang Wandi dan Bang Nova itu harus visioner lah,” kata Johan Habib Makmur, salah satu politisi Denmark asal Aceh yang menjadi orang di belakang layar kemenangan Irwandi-Nova di Pilkada Aceh kepada portalsatu.com, Minggu, 26 Februari 2017.

Johan membandingkan kondisi tim kerja rezim lama yang didominasi ekskombatan. Menurutnya, bukan tidak bisa menempatkan mantan kombatan di tim work tetapi harus yang berkompeten untuk kemajuan Aceh.

“Maju atau tidaknya (pemerintahan) Irwandi-Nova itu sangat  tergantung orang di sekelilingnya. Kalau orang di sekelilingnya itu opportunis, nggak kemana Aceh,” ujar Johan.

Dia juga menilai kepemimpinan mantan kombatan GAM periode ketiga ini seharusnya dapat lebih bagus. Apalagi, kata dia, di masa transisi, Irwandi bahkan bisa membuat program-program yang agak bagus. Seharusnya, Johan menyebutkan, pemerintah setelah periode Irwandi itu bisa membuat program lebih bagus lagi.

“Kalau diimplementasikan UUPA itu sesuai MoU Helsinki itu, nggak seperti ini keadaan Aceh. Tetapi sayangnya, mereka kalau bahasa Aceh itu, leubeh penteng sunat ngon wajeb,” ujar Johan.

Di sisi lain, Johan sebenarnya menyebutkan tidak layak jika Aceh menggunakan bendera bintang bulan sebagai bendera provinsi. Pasalnya, bendera tersebut merupakan bendera negara.

“Saya rasa mengerdilkan bendera (bintang bulan) jika dijadikan bendera provinsi, TNA kok jadi satgas,” katanya.[]