ACEH UTARA – Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI, Dody Hanggodo, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bireuen dan Aceh Tamiang, pada 24-25 Februari 2026.

Rombongan Menteri PU menumpang pesawat dari Jakarta mendarat di Bandara Malikussaleh, Aceh Utara, Selasa (24/2), sekitar pukul 09.30 WIB. Menteri Dody disambut oleh Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I, Asyari, dan perwakilan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Yusrizal.

Dari bandara, rombongan itu kemudian meninjau Bendung Irigasi Pante Lhong di Gampong Beunyot, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, yang terdampak banjir bandang pada akhir November 2025 lalu. Dalam peninjauan ini, Menteri Dody didampingi Bupati Bireuen, Mukhlis.

Mukhlis menjelaskan, Bendung Irigasi Pante Lhong adalah infrastruktur penting di Kecamatan Peusangan yang mengalami kerusakan parah akibat banjir bandang, menyebabkan pasokan air terganggu, dan meningkatkan risiko longsor di sekitar wilayah tersebut.

Rencana penanganan, kata Mukhlis, perlu pengerukan sediman di bangunan intake ke arah pintu air dan pembilasan menggunakan jet pump. Kemudian, peninggian elevasi muka air agar masuk ke intake irigasi, dengan menutup aliran menggunakan emergency spillway, dan pembuatan cofferdam (bendungan sementara).

“Bendung irigasi ini mengairi 6.500 hektare sawah di tujuh kecamatan dalam Kabupaten Bireuen, mengalami kerusakan berat akibat banjir bandang. Ini merupakan salah satu bendung harapan masyarakat petani. Ada enam bendung lainnya yang rusak, sehingga sangat menggangu proses pengairan air ke sawah. Dan, lebih dari 2.000 hektare sawah mengalami rusak atau tertimbun lumpur,” ujar Mukhlis kepada wartawan, Selasa (24/2).

Menteri Dody mengatakan, saat ini sedang dilakukan pengerjaan di Bendung Irigasi Pante Lhong agar bisa segera dialirkan air ke sawah warga. “Juga perlu diperkuat sisi kiri dan kanan tanggul sungai bendung, supaya jika terjadi banjir lagi nanti tidak sampai melebar sungai”.

“Kita upayakan tanggul sungai sisi kanan dan kiri dibangun secara permanen dengan memasang batu gajah agar tanggulnya lebih kuat,” tambah Dody.

Dody menyebut proses pengerjaan tersebut secara bertahap, karena perbaikan tanggul aliran sungai ini diperkirakan mencapai 20 kilometer. Namun, untuk tanggap darurat sampai air mengalir ke sawah dapat tertangani dengan cepat.

Selain bendung irigasi itu, dua jembatan permanen di Bireuen ditargetkan selesai dikerjakan tahun ini. “Tapi, di daerah lain yang terdampak banjir bandang Aceh bahkan lebih banyak (jembatan yang ditangani)”.[]