Selasa, Juni 25, 2024

Yayasan HAkA Minta APH...

BANDA ACEH - Berdasarkan pemantauan yang dilakukan Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh...

HUT Ke-50, Pemkab Agara-Bulog...

KUTACANE - Momentum HUT Ke-50, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tenggara bekerja sama dengan...

Pemilik Gading Gajah Super...

BLANGKEJEREN - Satreskrim Polres Kabupaten Gayo Lues berhasil mengungkap kasus kepemilikan dua gading...

YARA Minta Polisi Transparan...

ACEH UTARA - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) mendesak kepolisian serius menangani kasus...
BerandaNewsTinjau Sawah Kekeringan,...

Tinjau Sawah Kekeringan, Dewan: Simpang Keuramat Belum Punya Irigasi Memadai

ACEH UTARA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Utara, Tgk. Nazaruddin, meninjau sawah yang mengalami kekeringan di 11 gampong dalam Kecamatan Simpang Keuramat, Aceh Utara, Jumat, 31 Januari 2020.

Peninjauan itu juga dihadiri Plt. Camat Simpang Keuramat, Zulfikar, Kapolsek Simpang Keuramat, Ipda Sadli, pihak Koramil 17/Simpang Keuramat, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) kecamatan dan mantri tani dari dinas teknis.

Tgk. Nazaruddin mengatakan, pihaknya menemukan 405 hektare sawah yang dilanda kekeringan di Kecamatan Simpang Keuramat. Langkah responsif ini dilakukan mengingat lahan sawah warga yang baru siap penanaman padi kini kekurangan air.

“Tanaman padi itu masih berumur antara 10 hingga 20 hari setelah masa tanam, dan tersebar di 11 gampong di Kecamatan Simpang Keuramat. Bahkan ada yang tidak sempat tanam sudah tidak ada air lagi,” kata Tgk. Nazaruddin dalam keterangannya diterima portalsatu.com, Jumat.

Gampong dimaksudkan itu, lanjut Tgk. Nazar, di antaranya Ie Tarek I, Ie Tarek II, Seneubok Punti, Keude Simpang Empat, Paya Leupah, Paya Teungoh, Meunasah Teungoh, Meunasah Baroh, Mancang, Meunasah Paya SPK, dan Alue Badee, Kecamatan Simpang Keuramat, Aceh Utara.

Menurut Tgk. Nazar, permasalahannya di Simpang Keuramat belum ada saluran irigasi atau waduk yang memadai untuk mengaliri air secara keseluruhan ke persawahan warga. Di samping itu, sumber air juga jauh dari lingkungan masyarakat sekitar. “Kita juga menemukan di kawasan tersebut ada kebutuhan lima embung dan 26 titik sumur bor yang harus dibangun untuk menjamin sektor pertanian yang baik, tentunya itu akan membahagiakan para petani setempat”.

“Ini yang harus dilakukan untuk jangka menengahnya. Sedangkan untuk jangka panjang perlu diprioritaskan pembangunan saluran irigasi di Kecamatan Simpang Keuramat. Hal ini akan kita sampaikan kepada pemerintah melalui dinas terkait, sehingga dapat terealisasi dalam tahun 2020,” ujar Tgk. Nazaruddin.[]

Baca juga: