BANDA ACEH – Ketua Tim Irwandi-Nova Pusat, Syamsul Bahri Ben Amiren atau dikenal Tiyong, menyebutkan korban penembakan di Gampong Cantik, Pidie, bukan kader partai atau tim sukses pihaknya. Ibrahim, 48 tahun, yang menjadi korban juga tidak termasuk dalam struktur pemenangan Irwandi-Nova. 

“Hal ini berdasarkan database Tim Irwandi-Nova dan pengakuan korban kepada pengurus Irwandi Center Pidie ketika tim menjenguk korban. Ibrahim menyebutkan tidak berpolitik karena merupakan salah satu Tuha Peut di kampungnya,” ujar Tiyong seperti siaran pers yang diunggah Halim El Bamby di akun Milah Yabmob, Minggu, 13 November 2016.

Seperti diketahui, Ibrahim dilaporkan menjadi sasaran penembakan oleh orang tak dikenal saat hendak membeli ikan di Gampong Cantik. Pelaku penembakan diduga telah menunggu Ibrahim yang melintas sendiri menggunakan sepeda motor di areal persawahan kampung tersebut.

Dari informasi yang diterima portalsatu.com diketahui korban diberondong empat kali tembakan. Beruntung Ibrahim lolos dari aksi kriminal tersebut. (Baca: Ditembak Empat Kali, Petani di Pidie Ini Berhasil Lolos dari Maut).

Dalam siaran persnya, Tiyong juga berharap media untuk lebih selektif mengonfirmasi setiap hal yang menyangkut Tim Irwandi-Nova. Hal ini juga berlaku di level kabupaten dan kota.

“Sebagai bagian dari masyarakat Aceh, kami dari Tim Irwandi-Nova berharap agar kejadian-kejadian seperti ini tidak terulang lagi, sehingga situasi di Aceh semakin kondusif dan damai,” ujarnya.

Dia juga berharap aparat keamanan agar mengusut tuntas kasus penembakan ini supaya kekerasan tidak semena-mena terjadi di Aceh. Tiyong juga meminta kepada tim, relawan dan kader agar tetap solid di lapangan. Mereka juga diminta untuk tetap menjaga situasi yang kondusif demi kenyamanan dan keamanan masyarakat Aceh.

“Jika ada insiden yang menimpa anggota tim agar segera berkoordinasi dengan pimpinan agar segera dapat kita ambil tindakan yang sepatutnya,” katanya.[]