LHOKSUKON – Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Lhokseumawe bersama Kipan B Yonko 469 Kopasgat menyalurkan bantuan untuk korban banjir di Kabupaten Aceh Utara, Kamis, 6 Oktober 2022. Bantuan diantarkan ke lokasi pengungsian korban banjir di desa yang masih terisolir.
Banjir sejak Rabu (5/10) merendam sejumlah kecamatan di Aceh Utara, yakni Kecamatan Pirak Timu, Lhoksukon, Tanah Luas, Samudera, Cot Girek, Matangkuli, Muara Batu, Geureudong Pase, Langkahan, Dewantara, Nibong, dan Paya Bakong.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Aceh Utara, pengungsi korban banjir mencapai 9.500 KK atau 38 ribu jiwa.
Lanal Lhokseumawe mendirikan posko satgas banjir, posko kesehatan, dan posko logistik di Gampong Meunasah Blang, Kecamatan Lhoksukon, Kamis (6/10).
Danlanal Lhokseumawe, Kolonel Marinir Dian Suryansyah, bersama-sama dengan TNI AU dari Kipan B Yonko 469 Kopasgat, Pertamina PHE NSO, SKK Migas Harbor Energy/Primer Oil, dan PLN Lhokseumawe mengantarkan bantuan logistik dan kesehatan untuk korban banjir. Bantuan itu diantarkan ke lokasi pengungsian warga masih terisolir, yang belum tersentuh bantuan, dengan menggunakan perahu swamboad, dua perahu karet milik Lanal, dan satu perahu Kopasgat.
Bantuan sembako disalurkan ke sejumlah titik pengungsian berupa beras, minyak goreng, telur, mi instan, air mineral, milo, roti biskuit, pampers, dan selimut.

Kolonel Marinir Dian Suryansyah mengatakan kehadiran TNI di tengah masyarakat untuk membantu meringankan beban korban banjir itu. Selain memberikan bantuan logistik dan kesehatan, pihaknya juga mengevakuasi warga dari rumah ke posko pengungsian.
“Kegiatan penanggulangan bencana ini, kami tidak sendiri. Karena ini merupakan kegiatan sosial maka kita bersama-sama meminta bantuan dari teman-teman yang lain dari Pertamina PHE NSO, SKK Migas Harbor Energy dari Primer Oil, dan PLN Lhokseumawe,” kata Dian Suryansyah didampingi Komandan Kompi Senapan B Yonko 469 Kopasgat Kapten Pas Agil G. Gumilar.
Dian menambahkan lokasi dipilih yang paling dekat dengan sejumlah gampong masih terisolir, salah satunya adalah Gampong Blang. Karena dari KM II hingga KM IV kawasan Cot Girek, masih tergenang air di badan jalan berkisar 50- 80 centimeter.
Sementara itu, kata Dian, di posko kesehatan pihaknya telah menempatkan seorang dokter dan enam tenaga medis yang akan memberikan pengobatan gratis. Jika air belum surut juga akan melakukan pengobatan secara door to door (rumah ke rumah).
“Selain itu kita bersama TNI AU dari Kopasgat telah menurunkan tim dan tiga perahu karet untuk evakuasi warga yang terisolir, dengan harapan bantuan ini dapat meringankan beban warga yang terdampak banjir,” ujarnya [](ril)





