BANDA ACEH – Pasukan TNI Angkatan Udara melaksanakan Operasi Lintas Elang 2017 mulai tanggal 10-13 Juli 2017 untuk pengamanan Zona Ekonomi Eksekutif wilayah barat Indonesia, di Bandara Lanud Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar.
Komandan Lanud SIM, Kolonel Pnb. Suliono mengatakan, operasi yang menggunakan empat unit pesawat tempur jenis F-16, merupakan kegiatan rutin yang selalu dilakukan setiap tahunnya.
“Sebetulnya ini adalah kegiatan rutin bahwa salah satu tugas utama TNI Angkatan Udara adalah melaksanakan pengamanan wilayah. Dan saat ini kita mendatangkan pesawat F-16 ini dalam rangka pengamanan perbatasan dengan sandi Lintas Elang 2017,” kata Kolonel Pnb. Suliono, Selasa, 11 Juli 2017.
Operasi yang digelar hingga sejak Hari Senin, 10 Juli 2017 kemarin, dikatakan Suliono, akan melintasi beberapa wilayah Indonesia paling barat.
“Operasi berjalan seminggu saja, nanti hanya sampai Hari Jum'at,” kata Danlanud SIM tersebur.
“Itu terbang kita dari wilayah ujung barat sampai ke arah Medan (perbatasan dengan Sumatera Utara). Dari sebelah utara dan timur kita mulai dari ujung Sabang sampai dengan batas Selat Malaka,” katanya lagi.
Adapun misi dari Operasi Lintas Elang 2017 ini, dijelaskan oleh Danlanud SIM untuk mengantisipasi adanya pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di wilayah paling barat dari Indonesia.
“Misinya untuk pengamanan wilayah saja. Tapi kalau ada pelanggaran kita juga koordinasi sama bawah. Kalau ada kapal-kapal, ada pergerakan dari bawah kita monitor nanti kita laporkan ke atas,” jelasnya.
Pesawat tempur F-16 Fighting Falcon yang didatangkan dari Skadron Udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin Pekan Baru, diterbangkan oleh beberapa orang penerbang (pilot).
Berikut nama-nama pilot tersebut:
Letkol Pnb Nur Alimi (Danskadud 16 Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru), Mayor Pnb Bambang Apriyanto (kasiopslat Wing 6), Mayor Pnb Anwar Sovie (Kasilambangja Skadud), Kapten Pnb Anugrah Gigih Pratama (Danflightops A skadud), Lettu Pnb Nehemia Anang.[]




