Jumat, Juli 19, 2024

Rekomendasi HUDA Berisi 22...

BANDA ACEH - Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh (PB HUDA) mengeluarkan rekomendasi...

Lebih 170 Bangunan Rusak...

ACEH UTARA - Sebanyak 173 bangunan dilaporkan rusak akibat diterjang badai (hujan deras...

Inilah Struktur Lengkap Kepengurusan...

BANDA ACEH - Ketua Umum Majelis Syuriah Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh...

Samsul Azhar Dilantik sebagai...

BANDA ACEH - Pj. Gubernur Aceh, Bustami Hamzah, melantik Samsul Azhar sebagai Pj....
BerandaKeren! Pria Brasil...

Keren! Pria Brasil Habiskan 40 Tahun Hidupkan Kembali Hutan yang Gundul

SAO PABLO – Antonio Vicente (83), menghabiskan 40 tahun terakhir hidupnya berjuang menghidupkan kembali hutan yang gundul. Kisahnya bermula dari pembelian lahan kosong seluas 31 hektare yang sudah hancur karena penggembalaan ternak pada 1973.

“Anda bodoh. Penghijauan adalah pemborosan lahan. Anda tidak akan mendapatkan uang darinya. Jika penuh dengan pohon, Anda tidak akan punya tempat untuk berternak sapi atau budi daya tanaman,” sering kali tetangganya berkata begitu kepada Antonio, seperti disunting dari Oddity Central, Senin (26/6/2016).

Ya, sebagian besar tetangganya adalah peternak. Akan tetapi, dia tahu bahwa penggundulan hutan akan memberikan dampak kerusakan yang lebih besar dibandingkan keuntungan finansial yang bisa diperolehnya. Jadi dia tidak mengindahkan perkataan tetangganya itu.

Vicente sendiri tumbuh besar di sebuah peternakan perdesaan. Ia sejak kecil terbiasa melihat ayahnya dan penduduk desa lain menebang pohon di hutan sesuai perintah pemilik lahan. Hasil tebangnya ada yang diproduksi menjadi arang. Namun tak jarang, penebangan hanya bermaksud membuka lahan baru untuk menggembalakan ternak.

Selama itu, dia melihat sumber-sumber air purbakala mengering. Dan orang-orang berjuang lebih keras untuk bertahan hidup dibandingkan sebelumnya.

“Waktu saya kecil, para petani menebang pohon untuk membuat padang rumput dan arang, karena itu airnya mengering dan tidak kembali. Saya pikir, air begitu berharga. Jika tidak ada yang membawa kembali air itu, sementara populasi tak mungkin berhenti tumbuh, apa yang akan terjadi? Kita akan kehabisan air,” urainya.

Sejak itulah, Vicente bertekad untuk membawa kembali sumber daya air yang berharga tersebut ke desanya. Dengan hanya beberapa keledai dan sekelompok kecil pekerja upahan, dia mulai mengembalikan hutan ke negerinya.[]Sumber:okezone

Baca juga: