LHOKSEUMAWE – Tokoh GAM wilayah Pase, Tgk. Mutamimi, meminta pemerintah di Aceh menyelesaikan persoalan terkait Majelis Pengkajian Tauhid dan Tasawuf (MPTT) agar tidak semakin meluas. Pasalnya, menurut Mutamimi, belakangan ini terjadi penolakan terhadap kegiatan MPTT di berbagai daerah, termasuk Aceh Utara. 

“Kita berharap pemerintah provinsi, kabupaten dan kota di Aceh segera menyelesaikan pro dan kontra MPTT yang saat ini masih terjadi,” ujar Mutamimi dalam keterangannya kepada wartawan di Lhokseumawe, Sabtu, 10 Oktober 2020.

Mutamimi menilai beberapa peristiwa menyangkut MPTT di sejumlah daerah berpotensi semakin melebar apabila pemerintah di Aceh tidak segera turun tangan. Beberapa kejadian itu, kata dia, perusakan mobil milik jemaah MPTT di Kleut Utara, Aceh Selatan, insiden di Sungai Raya, Aceh Timur, demonstrasi berakhir ricuh mengakibatkan perusakan mobil di Aceh Barat Daya, dan pembakaran papan nama Posko MPTT di Samuti Aman, Gandapura, Bireuen.

“Kita khawatir bila masalah ini terus berlanjut, akan dimanfaatkan pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang ingin merusak suasana damai di Aceh. Jangan sampai perpecahan dan konflik baru terjadi di tengah masyarakat. Maka pemerintah bersama MPU dan ulama dayah seluruh Aceh harus segera bertindak menyelesaikan masalah ini secara bijak,” ujar Panglima Muda Daerah I Wilayah Samudera Pase itu.

Mutamimi juga berharap pihak yang pro maupun kontra terhadap MPTT untuk menahan diri, tidak bertindak anarkis atau main hakim sendiri. “Kedua belah pihak harus sama-sama bijak, menyerahkan masalah khilafiah ini kepada pemerintah dan MPU,” imbuh mantan kombatan yang akrab disapa Inggreh Sawang ini.[](rilis/*)