Minggu, Juli 14, 2024

Tanggapan Ketua DPRK Aceh...

ACEH UTARA - Mendagri Tito Karnavian memperpanjang masa jabatan Pj. Bupati Aceh Utara...

Selamat! 2 Siswa Kota...

SUBULUSSALAM - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Balai Pengembangan Talenta...

Besok, Mahyuzar akan Terima...

ACEH UTARA - Dr. Mahyuzar, M.Si., akan menerima Surat Keputusan (SK) Mendagri tentang...

Jabatan Pj Bupati Aceh...

ACEH UTARA - Masa jabatan Penjabat Bupati Aceh Utara, Dr. Mahyuzar, genap satu...
BerandaTokoh Masyarakat Kutamakmur:...

Tokoh Masyarakat Kutamakmur: Audit Proyek Waduk Lhok Gajah

KUTA MAKMUR – Masyarakat Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, mempertanyakan proses pembangunan Waduk Lhok Gajah di Kemukiman Buloh Blang Ara kepada pihak Dinas PUPR. Pasalnya, “sudah 10 tahun pembangunannya, tapi sampai sekarang belum dapat difungsikan untuk mengairi sawah masyarakat di Kemukiman Buloh Blang Ara dan Keude Krueng,” kata Jailani, S.H., tokoh masyarakat Kuta Makmur yang juga mantan anggota DPRK Aceh Utara, kepada portalsatu.com melalui siaran pers, Jumat, 8 November 2019, malam.

Jailani menjelaskan, pertanyaan itu disampaikan petani melalui tokoh masyarakat, imum mukim dan geuchik dalam rapat dipandu Sekcam Kuta Makmur di Aula Kantor Camat setempat, Jumat, 8 November 2019, pukul 10.00 – 12.00 WIB. Turut hadir dalam rapat tersebut, H. Usman sebagai PPTK proyek tersebut mewakili Kabid Sumber Daya Air/Pengairan Dinas PUPR Aceh Utara Jafar, yang tidak bisa hadir. Ikut hadir pihak rekanan pelaksana proyek waduk itu.

Menurut Jailani, dalam rapat itu, H. Usman menyampaikan tidak ada kendala pembangunan waduk tersebut. Sesuai permintaan masyarakat, dia berjanji musim tanam tahun 2020 waduk itu sudah bisa difungsikan.

Namun, mantan Geuchik Gampong Blang Ara mengungkapkan, sebelumnya pihak dinas terkait beberapa kali menyatakan waduk itu sudah bisa difungsikan sejak tahun 2016 dan 2018. Nyatanya, sampai 2019 belum terwujud. Sehingga, mantan geuchik itu menilai proyek waduk tersebut terkesan seperti proyek siluman.

(Pertemuan di Aula Kantor Camat Kutamakmur soal Waduk Lhok Gajah yang belum difungsikan. Foto: istimewa)

Jailani, mantan anggota DPRK Aceh Utara periode 2004-2009, menyampaikan di hadapan Muspika Kuta Makmur dan para geuchik bahwa proyek tersebut pihaknya usulkan dana Rp1 miliar dari APBK Aceh Utara untuk perencanaannya pada tahun 2009, dan anggaran pembebasan lahan Rp350 juta. Usulan anggaran perencanaan proyek waduk tersebut diajukan di akhir masa jabatan Jailani sebagai anggota dewan.

“Dan kami banyak mendapat laporan dari masyarakat tentang proses pembangunan tersebut yang diduga tidak sesuai dengan spek atau RAB, seperti tanggul yang baru dicor runtuh dan besi yang dipakai tidak sesuai mulai tahap pertama pembangunan,” ungkap Jailani.

Oleh karena itu, kata Jailani, pihaknya sebagai pencetus waduk tersebut yang menjadi harapan masyakat petani sawah, meminta dengan tegas kepada H. Usman dan dinas terkait baik Dinas PUPR Aceh Utara maupun Dinas Pengairan Aceh untuk menjelaskan secara rinci berapa anggaran yamg sudah digunakan mulai tahap pertama sampai sekarang.

“Dan meminta pihak penegak hukum untuk mengaudit proses pelaksanaan yang diduga tidak sesuai dengan kontrak. Kami dengan para geuchik bersepakat untuk menempuh jalur hukum apabila pembangunan tersebut tidak sesuai kontrak,” tegas Jailani.[](rilis)

Baca juga: