Kamis, Juli 25, 2024

Cari HP di Bawah...

Mencari HP dengan harga terjangkau namun tetap memiliki performa yang handal memang bisa...

Siswa Diduga Keracunan Selepas...

SIGLI - Jumlah siswa yang dirawat akibat dugaan keracunan setelah konsumsi nasi gurih...

Spanduk Dukungan Bustami Maju...

LHOKSEUMAWE - Sejumlah spanduk berisi dukungan kepada Bustami Hamzah untuk mencalonkan diri sebagai...

Yayasan Geutanyoe Rayakan Hari...

LHOKSEUMAWE - Yayasan Geutanyoe merayakan Hari Anak Nasional tahun 2024 bersama 227 anak...
BerandaNewsTolak Posko, Warga...

Tolak Posko, Warga Matangkuli Pilih ke Mushalla dan Masjid

LHOKSUKON – Titik pengungsi banjir di Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara terus bertambah, Senin 8 Februari 2016. Saat ini banjir di Matangkuli telah meluas ke 20 gampong dan 14 gampong lainnya di Kecamatan Pirak Timu.

“Kondisi terparah terjadi di Gampong Alue Tho, Hagu, Teungoh, Teumpok Barat dan Lawang. Warga banyak yang sudah mengungsi ke mushalla dan masjid. Saat hendak dibangun posko, mereka menolak dengan dalih mushalla lebih aman,” kata Danramil 15 Matangkuli, Kapten Inf M Nur kepada portalsatu.com.

Disebutkan, banjir kali ini belum separah banjir sebelumnya. Namun demikian pihaknya terus siaga dan memantau kondisi terkini.

Geuchik Gampông Hagu, Muhammad Nasir, secara terpisah membenarkan bahwa warga gampongnya menolak didirikan posko pengungsi. Warga lebih memilih mushalla dan masjid sebagai tempat untuk mengungsi.

“Di sini warga tidak manja lagi, banjir bukanlah hal yang baru alias sudah biasa. Dalam setahun saja bisa terjadi puluhan kali. Tidak perlu mendirikan posko pengungsi, karena sudah ada mushalla dan masjid. Sejauh ini belum ada dapur umum, warga masih memasak dan makan masing-masing,” ujarnya.

Ia menambahkan, sama seperti sebelumnya banjir diakibatkan meluapnya Krueng Peutoe dan Krueng Pirak.

“Dini hari tadi air sempat surut, tapi sejak pagi tadi mulai naik lagi,” ucapnya.

Sementara itu, Camat Pirak Timu H Tarmizi mengatakan, terdapat 14 gampong yang terendam banjir. Di antaranya, Gampong Pange, Bungong, Asan Krueng Kreah, Bilie Baroe, Alue Bungkoh, dan lainnya.

“Di Gampong Pange sudah tidak dapat dilintasi lagi karena ketinggian air di badan jalan mencapai 70 centimeter. Namun demikian warga masih bisa melintasi jembatan menuju Jalan ExxonMobil karena Krueng Pirak tidak meluap,” jelasnya.[](tyb)

Baca juga: