ACEH UTARA – Tim Pelaksana Inovasi Gampong (TPIG) Kecamatan Muara Batu menggelar Bursa Inovasi Gampong/Desa di Aula Kantor Camat Muara Batu, Aceh Utara, Kamis, 22 Agustus 2019. Kegiatan tersebut dihadiri geuchik, ketua tuha peut, dan direktur BUMG dari 24 gampong, perwakilan Muspika dan sejumlah organisasi kemasyarakatan.
Dalam Bursa Inovasi Desa (BID) itu ditampilkan beberapa produk gampong, yakni kerupuk ikan bandeng, keumamah tabur (Gampong Meunasah Drang), tas kerajinan tangan khas Aceh (Gampong Ule Madon dan Meunasah Aron, Kecamatan Muara Batu).
Ketua Panitia BID Pelaksana Inovasi Desa (PID) Kecamatan Muara Batu, Mulyadi, mengatakan, bursa ini bertujuan menjembatani kebutuhan pemerintah desa agar menjadi solusi bagi penyelesaian masalah, atau alternatif kegiatan pembangunan desa dalam rangka penggunaan dana desa yang lebih efektif dan inovatif.
“Karena kegiatan yang dipamerkan dalam bursa inovasi ini yang bernilai inovatif dalam pembangunan desa. Artinya, produk yang dihasilkan dari ide-ide kreatif berdasarkan potensi desa masing-masing di Kecamatan Muara Batu,” katanya.
Koordinator Tenaga Ahli PID Aceh Utara, Ir. Muhammad Ismail, menyebutkan, dalam BID ini ditampilkan produk gampong yang sudah terbukti keberhasilannya, dikembangkan masyarakat di bidang perdagangan di Kecamatan Muara Batu. “Kita akan mengembangkan Produk Desa (Prodes) agar di setiap desa itu ada produk unggulan. Bahkan, ke depan juga dikembangkang Program Unggulan Kawasan Pedesaan (Prukades),” ujar dia.
“Ini akan kita coba kembangkan untuk ke depan di setiap gampong atau kecamatan yang ada di Aceh Utara sesuai potensi masing-masing. Karena saat ini kita juga sedang mencari ikon di Aceh Utara, jadi masing-masing kecamatan itu mempunyai unggulan tersendiri,” kata Muhammad Ismail kepada portalsatu.com/, Kamis.
Menurut Ismail, untuk kawasan Mauara Batu dapat dikembangkan salah satunya bordir khas Aceh. “Paling tidak satu kecamatan itu memiliki satu produk unggulan, seperti di Kecamatan Tanah Pasir ada pandai besi terdiri dari pisau, parang, samurai, dan segala macam. Kemudian produk tong sampah ada di Kecamatan Seunuddon maupun kecamatan lainnya sudah ada potensi atau produk unggulan tersendiri, yang dimanfaatkan dari dana desa (DD) tersebut”.
“Jadi, bursa inovasi ini dibuat untuk memamerkan usulan atau produk yang inovatif. Karena selama ini banyak sekali usulan pembangunan fisik atau infrastruktur di pedesaan, maka kita berinisiatif bagaimana caranya mengembangkan potensi yang ada untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam bidang kewirausahaan desa. Kita juga mencoba untuk mengembangkan desa wisata baik yang ada di pesisir maupun di pedalaman berupa wisata alam,” ujar Ismail.
Camat Muara Batu, Andri, S, STP., M., Kesos., mengatakan, sebagian gampong di kecamatan ini sudah menghasilkan produk unggulan. Namun, sebagiannya lainnya masih banyak mengalokasikan dana desa di bidang pembangunan infrastruktur. “Maka ini juga tugas stakeholder lainnya di Kecamatan Muara Batu bagaimana memberikan pemahaman kepada aparatur gampong agar ada keseimbangan antara pembangunan fisik dengan pemberdayaan masyarakat dalam pemanfaatan dana desa”.
“Dengan adanya program inovasi desa seperti ini, tentunya kami lebih teliti dalam rangka membatu program atau kegiatan tersebut. Dalam bursa ini ditampilkan tas kerajinan Aceh dan juga produk usaha dalam bentuk kuliner, mungkin itu salah satu potensi yang ada di tempat kami (Kecamatan Muara Batu). Akan tetapi kami sekarang juga sedang mendata usaha-usaha lainnya yang mungkin tidak masuk di dalam bursa inovasi tersebut,” ujar Andri.
Andri berharap aparatur desa di Kecamatan Muara Batu memanfaatkan dana desa tahun 2020 tidak hanya untuk pembangunan infrastruktur, tapi juga pemberdayaan masyarakat. “Jadi, jangan terlalu tinggi di bidang infrastruktur dan rendah dalam segi peningkatan pemberdayaan ekonomi,” katanya.[]




