ASTANA – Nauryz adalah perayaan yang selalu ditunggu-tunggu oleh warga Kazakhstan setiap tahun. Sehingga cuaca yang masih sangat dingin hingga minus 18 derajat celcius, tidak menyurutkan antusiasme mereka untuk memeriahkan festival ini.
Nauryz adalah waktu di mana matahari berada tepat di atas garis ekuator yang jatuh pada 21 Maret tiap tahunnya. Nauryz menandai dimulainya musim semi dan waktu bercocok tanam.
Nauryz biasa diselenggarakan di alun-alun atau jalanan kota, area publik, di mana orang-orang mudah berkumpul. Tua muda akan berdatangan untuk menikmati bermacam pertunjukan mulai tarian, nyanyian, dan permainan.
Nauryz tercatat sebagai festival tertua di dunia karena sudah dirayakan sejak 5000 tahun yang lalu . Bangsa Persia yang pertama kali merayakan Nauryz hingga kemudian menyebar ke daerah-daerah sekitar, di Asia tengah, Kaukasus dan Balkan.
Yang menarik dari Nauryz adalah akan ada yurta atau rumah adat. Siapa saja boleh masuk dan semua tamu akan disuguhuhi aneka makanan dan musik tradisional.
Yurta telah menjadi identitas Kazakhstan. Konstruksinya yang bisa dibongkar pasang dan dibawa bepergian, sangat penting bagi bangsa Kazakh yang berakar dari suku nomaden berpindah. Sehingga meski kini sudah sangat jarang digunakan, namun yurta selalu ada dalam aspek kehidupan warga Kazakhstan.
Beragam sajian juga terhampar di dalam yurta. Namun satu yang tidak boleh absen adalah nauryz kozhe. Minuman yang terbuat dari tujuh bahan yakni air, daging, garam, susu, keju, gandum, dan beras. Tujuh bahan ini melambangkan tujuh harapan yaitu kebahagiaan, kesuksesan, kepintaran, kesehatan, kemakmuran, keselamatan dan kebijaksanaan.
Budaya yang kaya dan selalu dipelihara, menambah semarak khazanah kehidupan muslim di Kazakhstan. Semoga cahaya Islam kembali bersinar terang, di tanah para pengembara ini .
Saksikan cerita muslim dari tanah pengembara Kazakhstan dalam program “Jazirah Islam” di TRANS 7 pada Rabu 14 Juni 2017 pukul 15.00 WIB.[]Sumber:detik.com



