LHOKSEUMAWE – Universitas Malikussaleh (Unimal) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi. Kali ini, sembilan mahasiswa dari berbagai fakultas dikirim untuk mengikuti International Summer School diselenggarakan Kazakh National Agrarian Research University (KazNARU) di Almaty, Kazakhstan. Program tersebut selama dua pekan, 2-15 Juni 2025.

Kesembilan mahasiswa terpilih adalah Fazli Ray Majid dan Indah Della Puspita dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Hendra Saputra Malau, Saradilla, Nuri Silvia, Akhna Putri Rainy, Naffal Rifki, dan Cheryl Mediterania dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), serta Fernanda Zerlinda Putri dari Fakultas Hukum.

Dekan FEB Unimal, Jullimursyida, Ph.D., dalam keterangannya, Rabu, 4 Juni 2025, menjelaskan program summer school ini menjadi wadah pembelajaran yang tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga sosial dan budaya. Para peserta akan mengikuti kuliah, workshop, diskusi, hingga kunjungan lapangan yang dirancang untuk memperluas wawasan global mereka.

Jullimursyida menyebut seluruh kebutuhan mahasiswa selama mengikuti kegiatan di Kazakhstan difasilitasi penuh pihak KazNARU. Mulai dari penjemputan di Bandara Almaty, transportasi, akomodasi, konsumsi, hingga pengantaran kembali ke bandara, semuanya ditanggung tuan rumah. Ini merupakan bagian dari implementasi nyata kerja sama antara Unimal dengan KazNARU.

Menurut Jullimursyida, salah satu program unggulan dalam International Summer School ini berfokus pada dunia bisnis. Peserta mendapatkan materi kuliah tentang manajemen bisnis, strategi pemasaran, dan kewirausahaan, serta diajak mengunjungi perusahaan atau pasar lokal untuk memperoleh pemahaman praktis secara langsung.

Ada pula program bertema budaya yang menyajikan pembelajaran tentang sejarah, seni, dan sastra lokal. Para peserta akan diajak mengunjungi museum, galeri seni, serta desa adat untuk merasakan kekayaan budaya Kazakhstan secara langsung.

“Dengan mengikuti kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan ilmu, juga pengalaman lintas budaya yang berharga. Ini akan menjadi bekal penting bagi mereka sebagai generasi muda yang siap bersaing secara global,” ujar Jullimursyida.[]