Lebaran dirayakan umat Muslim di seluruh dunia. Meski memiliki inti kebersamaan, tradisi Lebaran di beberapa negara memiliki perbedaan.

Dari segi nama, perayaan Idul Fitri di berbagai negara memiliki perbedaan. Di Indonesia, istilah Idul Fitri kerap disamakan maknanya dengan Lebaran.

Sementara itu, di Asia Selatan dikenal istilah Choti Eid yang bermakna Festival Kecil. Di Turki, perayaan Idul Fitri dikenal dengan nama Ramazan Bayrami yang artinya Libur Lebaran.

Berikut tradisi yang kerap dilakukan saat Lebaran di empat negara di dunia.

Afghanistan

Perayaan Idul Fitri di Afghanistan ditandai dengan perang telur. Para pria berkumpul di taman untuk melempar telur yang sudah dimasak.

Meski begitu, tradisi ini mulai berkurang karena terjadinya konflik. Institute for War and Peace mengatakan, tradisi itu kini diganti dengan makan bersama di taman dilanjutkan dengan bermain kartu dan catur.

Sebelum memasuki Lebaran, para perempuan menjahit pakaian para pria. Karena ekonomi Afghanistan yang mulai menurun, banyak di antara perempuan mendaur ulang pakaian yang telah usang.

Turki

Sebelum melangsungkan salat Id, umat Muslim Turki umumnya mengonsumsi kurma untuk sarapan. Setelah salat Id, anak-anak akan berkeliling dari rumah ke rumah untuk mengucapkan Happy Bayram.

Anak-anak akan menerima permen, manisan, dan uang dari tuan rumah sebagai balasan terima kasih.

Sekolah, kantor-kantor pemerintah dan swasta, tutup selama tiga hari. Para organisasi amal akan mengumpulkan donasi untuk warga miskin.

Malaysia

Selama libur lebaran, warga Malaysia memelihara tradisi meletakkan sejumlah lilin di luar rumah. Selain itu, mereka mendekorasi bangunan rumah dengan seni tata cahaya.

Tradisi ini bernama Lampu Colok. Biasanya digelar beberapa hari sebelum lebaran hingga seminggu sampai dua minggu sesudah perayaan.

India

Kegiatan untuk merayakan Ramadan dan Lebaran di India biasanya ditandai para perempuan dengan menggambar tangan dan lengan dengan henna, atau disebut mehndi.[] Sumber: dream.co.id/Liputan6.com