LHOKSUKON – Satu unit truk Colt Diesel BL 8960 AD bermuatan 8,5 ton sawit jatuh ke dasar sungai saat melintasi jembatan Gampong Pucok Alue, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, Rabu, 10 Februari 2016, sekitar pukul 01.30 WIB. Saat ini truk tersebut sedang dievakuasi dengan alat berat jenis excavator (ekskavator).

“Saya baru pulang ambil 8,5 ton sawit dari Buket Dara Baro. Saat saya melintas di atas jembatan dengan perlahan, tiba-tiba ban bagian kanan amblas karena badan jembatan yang miring sebelah,” kata M. Sabri, 36 tahun, sopir truk itu, warga Kecamatan Langkahan saat ditemui portalsatu.com di lokasi kejadian siang tadi.

Sabri menyebut saat truk mulai miring perlahan ke samping kanan, ia langsung melompat dan keluar dari pintu kiri.

Geuchik Gampông Pucok Alue, Tarmizi ditemui di lokasi kejadian mengatakan, jembatan itu rusak saat banjir tahun 2015 lalu. Di jembatan itu, kata dia, sudah pernah jatuh truk pengangkut material pengaspalan jalan.

“Setelah kejadian tersebut lantai jembatan diperbaiki kembali dengan meletakkan batang kelapa sebagai lantai, lalu di atasnya ditimbun tanah yang dipadatkan. Ini sudah kami laporkan ke pihak terkait, bahkan Dinas Bina Marga Aceh Utara sudah pernah datang ke lokasi. Kala itu dijanjikan akan dibangun jembatan permanen dengan lebar 6 meter dan panjang 12 meter,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah segera memperbaiki jembatan tersebut. “Saat ini jembatan tidak dapat lagi dilintasi mobil, paling hanya becak dan sepeda motor. Karena sebagian pohon kelapa yang dijadikan badan jembatan sudah jatuh ke sungai. Proses evakuasi truk yang jatuh itu telah berhasil dilakukan pukul 13.00 WIB tadi, setelah memakan waktu sekitar satu jam,” kata Tarmizi.

Rukayah, 42 tahun, warga Kecamatan Baktiya mengaku proses evakuasi truk itu sempat menunda perjalanannya selama satu jam.

“Saya mau ke acara kawinan (pesta) di gampong tetangga, tapi malah tidak bisa melintas. Terpaksa saya menunggu ekskavator itu selesai mengangkat truk, karena ini jalur lintas terdekat ke tempat tujuan saya,” ucapnya.[] (idg)