TAPAKTUAN – Satu unit truk Fuso BK 8188 FF bermuatan sembako dari Medan, Sumatera Utara, menuju Tapaktuan, Aceh Selatan, masuk jurang di tikungan patah Gunung Desa Panjupian, Tapaktuan, Minggu, 29 Januari 2017, sekitar pukul 23.30 WIB. 

Meskipun mobil ringsek, tetapi sopir bernama Supriadi, 24 tahun, dan kernet, Sumianto, 25 tahun, dilaporkan selamat. Kedua warga Stabat, Sumatera Utara ini bahkan tidak mengalami luka apapun setelah mobil yang ditumpangi terguling dan jatuh ke kedalaman 50 meter.

Kapolres Aceh Selatan AKBP Achmadi SIK yang dikonfirmasi melalui Kasat Lantas AKP Iwan Haji di Tapaktuan, Senin, 30 Januari 2017, mengatakan, kecelakaan disebabkan karena rem blong.

“Menurut keterangan sopirnya, saat sampai di puncak Panorama Hatta setelah mendaki gunung Panjupian lalu turun gunung dia masih menjalankan mobil dengan gigi dua karena mobil bermuatan berat. Namun, saat sampai di tikungan patah penurunan gunung Panjupian, secara tiba-tiba saat diinjak rem sudah blong. Mobil dalam kondisi sedang turun gunung bermuatan berat langsung terguling dan terhempas dalam jurang sedalam lebih kurang 50 meter,” kata AKP Iwan Haji.

Pantauan di lapangan, sampai saat ini mobil truk bersama muatannya tersebut masih berada dalam jurang. Pasalnya pihak petugas membutuhkan crane agar bisa mengevakuasi mobil nahas itu.

“Karena kecelakaan tersebut merupakan laka tunggal, maka petugas hanya memfasilitasi proses pengangkatan badan mobil dari jurang, setelah seluruh muatan di dalamnya dilansir oleh pemilik bersangkutan. Selama proses itu berlangsung petugas bertanggungjawab menjaga kelancaran arus lalu lintas,” ujarnya.

Saat ditanya apakah akan ada proses hukum akibat kelalaian sopir, AKP Iwan Haji menjelaskan proses hukum baru akan dilakukan terhadap laka lantas tunggal jika sampai mengakibatkan terjadinya kerusakan fasilitas negara (umum) dan rumah warga. Namun, sejauh hal itu tidak terjadi, maka kejadian tersebut akan dikembalikan kepada pihak perusahaan atau pemilik mobil angkutan dimaksud.

“Karena itu, terkait hal ini kami hanya mengingatkan kepada sopir dan kernetnya agar lebih berhati-hati lagi ke depannya. Dan khusus kepada para sopir angkutan penumpang dan barang lainnya dari Medan, kami ingatkan kembali bahwa sebelum berangkat tujuan Kabupaten Aceh Selatan, hendaknya periksa dulu kesiapan keamanan mobilnya seperti rem, ban, lampu, klakson, mesin dan lain-lain. Sebab wilayah Aceh Selatan cukup banyak terdapat ruas jalan ekstrem yang rawan terjadi kecelakaan lalu lintas,” ujarnya.[]

Laporan: Hendrik Meukek