Kemudian, kata Tgk. Bahri, trainer dari HUDA kembali menanyakan “siapkah berdakwah?” Mereka menjawab “kami tidak bisa teungku, kami belum mampu teungku”, dan jawaban-jawaban lainnya.
Trainer memberikan penjelasan bahwa dakwah itu mengajak bukan mengejek. Dakwah itu argumen bukan sentimen. Dakwah adalah mengajak orang pada jalan yang baik dengan cara yang baik dan melarang orang lain dari jalan yang salah dengan cara yang baik.
Dakwah itu, kata Tgk. Bahri, tidak mesti harus ceramah maulid, dakwah itu bukan hanya khutbah Jumat. “Selama kita masih mau menyeru untuk amar makruf dan nahi munkar maka warung kopi juga lahan dakwah kita. Dimanapun kita berada juga bisa berdakwah”.
Ketua Panitia TKD, Tgk. Barrar Muharram, berharap agar TKD ini tidak hanya berlangsung hari ini dan di tempat itu. Ia mengatakan pihaknya Insya Allah siap menjadi motor penggerak sebagai percontohan bagi gampong-gampong lain agar pemuda di setiap gampong dalam Kabupaten Pidie Jaya dapat merasakan nikmat TKD ini.
Sementara itu, Ketua PB HUDA, Tgk. H. Muhammad Yusuf A. Wahab (Tu Sop) menyampaikan tausiah saat menutup TKD itu secara resmi yang dihadiri sekitar 700 masyarakat dalam Kemukiman Kuta Reuntang. Tu Sop membakar semangat para pemuda dan jamaah yang hadir. Tu Sop mengatakan bahwa “kita hidup di zaman global sehingga kalau kita tidak kuat maka kita akan tergilas”.
Menurut Tu Sop, TKD ini salah satu jalan memotivasi pamuda untuk menentukan masa depannya yang lebih baik. Agar menjadi pemuda yang terampil, punya tujuan hidup yang jelas dan pemberi manfaat untuk orang lain.
“Kita lihat hari ini, ‘dakwah’ musuh-musuh Islam sasarannya adalah para pemuda. Pemuda disibukkan dan dilalaikan dengan game-game sehingga mereka lupa memperbaiki masa depannya yang lebih baik,” ujar Tu Sop.
Tu Sop juga memberikan contoh, terkadang banyak pemuda lalai dengan game-game sehingga terlupakan istri atau keluarga di rumah. Orang tua yang sedang sakit tidak teringat kemana dokter harus dicari untuk mengobati sang ibu yang sangat berjasa dalam hidupnya.
“Maka melalui TKD mari kita beri solusi untuk pemuda. Sebentar lagi mereka jadi tokoh, mereka jadi pemimpin. Tidak masalah jika mereka sudah dipersiapkan menjadi tokoh dan pemimpin yang baik. Tetapi bahaya sekali jika meraka tidak dibekali dan digembleng dengan baik dan akan menjadi malapetaka yang menimpa generasi kita ke depan,” ungkap Tu Sop.
Drs. Jailani, Kadis Syariat Islam Kabupaten Pidie Jaya dalam sambutannya memberi apresiasi untuk pemuda kader dakwah. Ia mengatakan, Pemerentah Kabupaten Pidie Jaya siap mendukung untuk kesuksesan TKD ini yang merupakan program kerja HUDA Aceh.
Dia juga mengharapkan agar TKD ini bisa dilakukan di gampong-gampong lain. Jailani juga berharap agar kader dakwah yang telah dilatih hari ini semoga siap untuk terjun safari program Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya di bulan Ramadan mendatang.
Baca Juga: Tu Sop Ingatkan Bahaya Orang Kuat Jika Tidak Baik





