BLANGKEJEREN – Tujuh dari 246 Orang Dalam Ganguan Jiwa (ODGJ) asal Kabupaten Gayo Lues dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Banda Aceh untuk penanganan, hal itu dilakukan Pemda Gayo Lues bekerjasama dengan RSJ Banda Aceh lantaran baru-baru ini ada ODGJ yang meresahkan warga karena membawa sebilah parang ke desa-desa.
Bupati Gayo Lues Suhaidi, S.Pd., M.Si., dan Wakil Bupati Gayo Lues H. Maliki awalnya menerima laporan dari masyarakat yang resah, sehingga memohon bantuan kepada Direktur RSJ Banda Aceh untuk penanganannya.
Saat tim RSJ Banda Aceh datang ke Gayo Lues, Jum,at 11 Juli 2025, Bupati dan Wakil Bupati Gayo Lues langsung menginstruksikan kepada Asisten Administrasi Pemerintahan dr. H. Nevirizal, M. Kes., M.H, untuk mengkondisikan lapangan. Selanjutnya ditindaklanjuti oleh tim Dinas kesehatan dan Tim RSU MAK untuk turun ke lapangan bersama Tim Satpol PP yang dikawal oleh Tim dari Polres Gayo Lues.
"Tim gerak cepat RSJ Banda Aceh yang dipimpin Langsung oleh Direktur RSJ dr.Hanif dan rombongan sebanyak sepuluh orang dengan Dua Ambulance lengkap membawa Spesialis jiwa dr. Syahrial, SpKJ., Jumat dini hari 11 Juli sudah berada di Blangkejeren," kata Asisten Administrasi Pemerintahan dr. H. Nevirizal M.Kes., M.H., Sabtu, 12 Juli 2025 kepada portalsatu.com/.
Selanjutnya kata Asisten, tim dari RSJ Banda Aceh bersama Pemda Gayo Lues menyempatkan diri berdiskusi di Opprom Sekdakab terkait penanganan ODGJ, sebagai pematerinya langsung dilakukan oleh dr. Hanif dan Tim.
Setelah itu, tim gabungan dari Pemda Gayo Lues dan tim dari RSJ Banda Aceh langsung memulai penjemputan terhadap ODGJ tersebut, pasien ODGJ yang pertama dijemput adalah J dari desa Akang Siwah, Kecamatan Blangpegayon yang dikenal agresif,
"Sebelum sholat Jum'at kemarin, kami bersama pak Wabup pak Maliki yang didampingi langsung oleh pak Dandim beserta pak Wakapolres langsung memandu Tim RSJ menuju lokasi ODGJ yang dipasung di desa Akang Siwah," ujarnya.
Selanjutnya tim bergerak menjemput ODGJ ke desa Aih Sejuk, Putri Betung, dan ke desa lainya yang berjumlah Tujuh ODGJ, kesemuanya di lepas oleh Pemda Gayo Lues Jumat malam menuju RSJ Banda Aceh untuk penanganan.
"Bupati yang sedang berada di luar daerah via Telpon seluler meminta kepada dr. Hanif untuk membantu Gayo Lues bebas pasung sesuai dengan program Pemerintah Aceh 2026. Dan kepada Dinkes Provinsi Aceh, Bupati juga memohon bantuan dalam penangan penderita ODGJ di Gayo Lues yang saat ini berjumlah 246 orang. Pemda Gayo Lues bertekad kuat menangani ODGJ Dengan Motto, Gayo Lues Maju Tanpa Pasung," katanya.[]




