Senin, Juli 22, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaTundukkan Kota Sigli,...

Tundukkan Kota Sigli, Kembang Tanjung Juarai Fahmil Quran Purtri di MTQ Pidie

Sungguh luar biasa, setelah menundukkan kafilah Kota Sigli sebagai ‘musuh’ bebuyutan di arena  MTQ,  akhirnya kafilah Kembang Tanjung yang diwakili tiga remaja putri menjuarai cabang MFQ (Musabaqah Fahmil Quran) atau cerdas cermat pada even Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) kabupaten Pidie ke-34 pada Minggu malam, 14 Agustus 2016.

Tiga remaja putri kelahiran kota Kembang ini yang menghentak panggung yang dihadiri hampir kurang seribuan penonton dan para “tifosi” setiap kabilah yang secara khusus datang dari daerah masing-masing untuk memberi semangat di cabang yang sangat bergengsi itu tadi malam  jam 22.00 Wib.

Ketiga “srikandi” tersebut bernama Wilda Diva Kartika (16), Nanda Ilhami (16), dan Cut Aja Anis Layyina (15). Tim Fahmil Putri Kembang Tanjung tanpa disangka dan di luar dugaan mampu menudukkan ‘raksasa” Kota Sigli menjadi juara pertama juga dengan menyisihkan kafilah tuan rumah Indra Jaya dan Sakti.

Pantaun di lapangan lomba Fahmil berlangsung sengit dan sangat mendebarkan jantung pengunjung ditambah hiruk pikuk menonton dalam memberi suport dan semangat kepada peserta, kejar-kejaran poin terus berlangsung hingga pertanyaan rebutan terakhir. Pada sesi paket pertanyaan masing-masing regu (pemerataan) yang terdiri atas 12 soal, Kembang Tanjung unggul dengan 975 poin, sedangkan Kota Sigli 925 poin, tuan rumah Indra Jaya 600 poin dan kafilah dari Sakti 525 poin. Ketertingggalan tidak menyurutkan mental anak-anak  Kota Sigli untuk mengejarnya dengan semangat tetap menjadi “ratu”di arena ini.

Proses penambahan dan pengurangan nilai di babak rebutan antara Kembang Tanjung dengan Kota Sigli laksana pertemuan dua klub raksasa “El-Clasico” di dataran Eropa menghiasi final fahmil putri tadi malam dengan dukungan penuh semangat dari penonton tidak dapat dihindari.

Keberhasilan menjawab pertanyaan rebutan terakhir dengan soal “Siapakah pengarang lagu Hymne MTQ” membuat kafilah Kembang Tanjung menyalip di tikungan akhir dan mengibarkan bendera kemenangan dengan total nilai 1075 atau unggul tipis dengan Kota Sigli yang memiliki poin  925. Sedangkan Indra Jaya dan Sakti harus puas menyandang juara tiga dan harapan satu dengan poin 800 dan 525.

“Syukur Alhamdulillah dan kami sangat senang sekali. Kami enggak nyangka mampu mempersembahkan yang terbaik untuk daerah. Keberhasilan kami juga keberhasilan milik bersama. Ini tentunya dengan usaha dan berkat doa orang tua, guru serta masyarakat semuanya,sehingga kami mampu mendapat semua ini” ujar  Wilda Diva Kartika cs dengan nada merendah dan diplomatis tadi malam selepas perhelatan final usai.

Teungku Ahyar M. Gade, MA selaku pelatih dan official fahmil Quran Kembang Tanjung menyebutkan, anak-anak malam ini tampil rileks dan tanpa beban, “Alhamdulilah, anak-anak kami malam ini tampil sangat rileks, tidak terbebani dan patuh apa yang diintruksikan. Ini yang menjadi kunci kesuksesan mereka selalu menjadi juara satu dari babak penyisihan, semifinal hingga final malam ini” papar beliau yang juga pernah menjuarai cabang fahmil quran dekade tahun 2000 dan penyuluh teladan terbaik Pidie dua periode tahun 2015 dan 2016.

Final fahmil malam ini berjalan sangat lancar dan seru serta tanpa ada seorangpun dari pengamat empat  regu untuk melancarkan interupsi dan protes. Ketua Dewan hakim cabang MFQ (Musabaqah Fahmil Quran) Ustaz Nazarullah, M.Pd merasakan sangat bahagia dan gembira dimana final cabang Fahmil Quran luar biasa penampilannya, tanpa protes, dan persaingan di antara empat tim peserta sangat ketat. Hal yang sama juga dirasakan oleh para pengamat setiap regu dan pengunjung yang hadir di arena musabaqah.[]

Dikirim oleh Bang Helmi

Baca juga: