WASHINGTON- Kedutaan Besar Turki di Amerika Serikat (AS) pada Minggu mengatakan telah menghentikan layanan visa non-imigran.
“Pemerintahan Turki meninjau ulang komitmen pemerintah AS terhadap keamanan utusan Turki di sini menyusul peristiwa baru-baru ini,” kata Kedutaan Turki dalam pernyataan mereka.
“Kami menghentikan layanan visa non-imigran di semua konsulat Turki di AS guna mengurangi jumlah pengungsi di kedutaan sementara peninjauan ini dilakukan,” lanjut dia.
Pernyataan itu menjelaskan penangguhan layanan itu juga berlaku untuk dokumen visa dan paspor serta visa elektronik yang dikeluarkan di perbatasan.
Langkah Turki membalas tindakan Kedutaan AS di Ankara yang juga menghentikan layanan visa non-imigran di Turki.
Sebelumnya pada Rabu, warga Turki bernama Metin Topuz yang bekerja di Konsulat AS di Istanbul, ditahan oleh polisi atas tuntutan aksi teror.
Topuz diduga terlibat Organisasi Teroris Fetullah Gulen (FETO) yang merupakan dalang dibalik percobaan kudeta tahun lalu di Turki.
FETO dan pemimpinnya Fetullah Gulen merencanakan percobaan kudeta itu yang kemudian menewaskan 250 orang dan melukai 2.200 lainnya.
Seorang sumber yang ingin namanya dirahasiakan mengatakan Topuz berhubungan dengan sejumlah tersangka FETO, termasuk mantan jaksa Zekeriya Oz dan beberapa komisioner polisi.[]Sumber:anadolu agency



