Minggu, Juli 14, 2024

Tanggapan Ketua DPRK Aceh...

ACEH UTARA - Mendagri Tito Karnavian memperpanjang masa jabatan Pj. Bupati Aceh Utara...

Selamat! 2 Siswa Kota...

SUBULUSSALAM - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Balai Pengembangan Talenta...

Besok, Mahyuzar akan Terima...

ACEH UTARA - Dr. Mahyuzar, M.Si., akan menerima Surat Keputusan (SK) Mendagri tentang...

Jabatan Pj Bupati Aceh...

ACEH UTARA - Masa jabatan Penjabat Bupati Aceh Utara, Dr. Mahyuzar, genap satu...
BerandaWali Kota Banda...

Wali Kota Banda Aceh Diminta Tidak Ragu Hentikan Proyek IPAL

BANDA ACEH – Lembaga Peubeudoh Adat, Sejarah dan Budaya Aceh (Peusaba) mengapresiasi langkah yang bakal ditempuh DPRK Banda Aceh terkait proyek Instalasi Pengelolaan Air Limbah atau IPAL. Kebijakan yang dimaksud adalah mengirimkan surat resmi dan meminta Wali Kota Banda Aceh menghentikan proyek di kawasan situs sejarah tersebut.

“Alhamdulillah, Ketua DPRK Banda Aceh akan mengirim surat secara resmi kepada Wali Kota agar proyek IPAL di kompleks makam ulama di Gampong Pande segera dihentikan,” ujar Ketua Peusaba, Mawardi Usman, melalui siaran pers kepada portalsatu.com, Senin, 9 Oktober 2017 malam.

Dia mengatakan hal ini merupakan langkah positif dalam menata masa depan Aceh yang lebih baik. Pasalnya, kata Mawardi, Titik Nol Banda Aceh bukan hanya sebagai titik Nol Banda Aceh. Namun juga Titik Nol Kesultanan Aceh Darussalam. 

“Karena itu Peusaba mengharapkan Wali Kota Banda Aceh agar segera menghentikan proyek IPAL secara resmi di kompleks makam raja dan ulama,” katanya.

Peusaba berharap wali kota tidak ragu dalam menghentikan proyek IPAL di kompleks makam ulama secara resmi. Menurutnya penutupan proyek ini untuk menjaga kompleks Titik Nol Kesultanan Aceh, yang kelak dapat diajarkan pada generasi penerus Aceh di sekolah-sekolah.

“Jika wali kota tidak menghentikan ini segera, maka kita akan kehilangan sebuah situs terbesar sejarah Islam di Asia Tenggara dan kita akan dikutuk oleh Generasi penerus sebagai pengkhianat yang memutuskan bukti peradaban lama Islam di Aceh dengan peradaban modern,” katanya.[]

Baca juga: