JAKARTA – Kementerian Luar Negeri mengumumkan Indonesia resmi terpilih sebagai anggota Dewan Eksekutif United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organizations (UNESCO) pada Rabu, 8 November, waktu Prancis.

Direktorat Sosial Budaya dan Organisasi Internasional Negara Berkembang (OINB) Kemenlu menilai terpilihnya Indonesia sebagai Dewan Eksekutif menjadi bukti dunia mengakui kemajuan nasional di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan.

Terlebih, mendapat tempat di jajaran Dewan Eksekutif UNESCO juga dapat dijadikan sebagai perwujudan diplomasi Indonesia di muka dunia.

Dalam keterangan tertulisnya, Direktorat Sosial Budaya OINB juga menyebut posisi tersebut akan membuat Indonesia memiliki kewenangan untuk memantau program kerja UNESCO dan mendapat lebih banyak manfaat dari organisasi dunia itu.

Candi Borobudur dan Taman Nasional Ujung Kulon yang telah masuk dalam daftar warisan dunia UNESCO diharapkan bisa membuat badan PBB yang menangani isu budaya itu menguatkan kapasitas sumber daya manusia di Indonesia dalam merawat kekayaan alam dan budaya nasional.

Di tempat lain, sosok Presiden Joko Widodo yang juga menjadi salah satu penggagas Komisi Pendidikan Dunia dapat memiliki posisi untuk kian mengupayakan penajaman kegiatan UNESCO di bidang pendidikan.

Begitupun dengan pemantauan potensi terjadinya tsunami di Samudera India, melalui kerja sama di bawah Komisi Oseanografi UNESCO. Kemenlu berharap, dengan posisi Indonesia di Dewan Eksekutif, UNESCO dapat mendukung kebijakan pemerintah dalam mencegah bencana.

Indonesia terpilih menjadi anggota Dewan Eksekutif UNESCO periode 2017-2021, dalam pemilihan yang dilaksanakan di sela Sidang Umum ke-39 negara anggota UNESCO di Paris, Perancis, kemarin. 

Dewan Eksekutif UNESCO diketahui bertugas mengawasi pelaksanaan tanggung jawab dan memastikan terlaksananya keputusan-keputusan Sidang Umum negara anggota UNESCO.

Selain Indonesia, lima negara lain dari Asia Pasifik juga terpilih menjadi anggota Dewan Eksekutif adalah Bangladesh, Filipina, India, Jepang, dan RRT. Dalam pemilihan itu, Indonesia meraih suara dukungan terbanyak ke tiga, setelah Jepang dan India. Delegasi RI dalam Sidang Umum ke-39 dipimpin oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.[]Sumber:anadolu agency