Para penyelidik Turki menyebut bahwa mereka tangah memeriksa contoh DNA Jamal Khashoggi dan akan mencari tahu apa yang terjadi pada tubuh wartawan asal Arab Saudi itu.
Hal ini disampaikan seorang pejabat senior Turki yang enggan diungkap identitasnya kepada Reuters, Sabtu, 20 Oktober 2018. Menurutnya, sampel DNA Khashoggi itu diperoleh Turki ketika menggeledah konsulat Arab Saudi di Istanbul, Senin (16/10) malam.
“Kami akan mencari tahu apa yang terjadi pada tubuh (Khashoggi) segera,” kata pejabat senior. “DNA sudah diperoleh Turki. Sehingga tidak perlu meminta kepada Arab Saudi,” ujarnya.
Diketahui, Arab Saudi menyebut Khashoggi tewas dalam perkelahian di dalam konsulat di Istanbul, Sabtu (20/10). Ini adalah pengakuan pertama Riyadh tentang kematian Khashoggi. Sebelumnya negara itu kerap menyangkal bahwa pihaknya terlibat terkait menghilangnya wartawan itu.
Aparat Turki menduga pembunuh Khashoggi telah membuang jenazahnya di hutan Belgrad yang berdekatan dengan Istanbul. Tempat lain yang dicurigai adalah sebuah lokasi pedesaan dekat kota Yalova, berjarak 90 km di selatan Istanbul.
Saat ini, penyelidikan masih fokus pada area hutan Yalova dan Belgrad. Pihak berwenang juga mengamati rekaman CCTV di dekat Hutan Belgrad, seperti diungkap pejabat senior.
Penyidik juga masih memeriksa catatan lalu lintas setiap mobil yang masuk dan keluar dari Konsulat Saudi pada tanggal 2 Oktober, hari ketika Khashoggi memasuki konsulat.[]Sumber: cnnindonesia.com



