ANKARA – Meski distribusi bantuan dari Turki untuk Muslim Rohingya di perbatasan Myanmar-Bangladesh terus berjalan, negara ini berkomitmen untuk membangun kamp pengungsian yang lebih layak ditinggali untuk kaum Muslim Rohingya yang kabur dari Myanmar dan berjalan kaki ke Bangladesh, kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Jumat.

Berbicara di depan wartawan sebelum bertolak ke Kazakhstan, Erdogan berkata Ankara terus melakukan diplomasi multilateral untuk memecahkan masalah kemanusiaan di Myanmar.

Menurut PBB pada Jumat, 270.000 Rohingya telah menyeberang ke Bangladesh, saat puluhan ribu etnis minoritas ini diusir dengan operasi militer di Rakhine, negara bagian Myanmar di sebelah barat.

Erdogan berujar, kamp pengungsian mereka di Bangladesh sangat tidak layak ditinggali, dan menambahkan Turki dapat berbagi cara membangun kamp pengungsian dengan fasilitas lebih baik, mengingat negara ini telah menjadi rumah bagi 3 juta pengungsi Suriah selama lebih dari 6 tahun.

“Jika otoritas Bangladesh bisa menyediakan tempat, kami ingin membangun kamp pengungsian yang lebih layak huni [untuk pengungsi Rohingya] dengan pengalaman kami,” ujar Erdogan.

Erdogan menambahkan, usaha intensif Turki kini membuahkan hasil. Beberapa waktu lalu, Turkish Cooperation and Coordination Agency (TIKA) diperbolehkan memberikan bantuan makanan dan pakaian di Rakhine, hanya beberapa jam setelah Erdogan menelepon State Counselor Myanmar Aung San Suu Kyi.

“TIKA telah membagikan 1.000 ton bantuan kemanusiaan. Pada tahap kedua, kami berencana membagikan 10.000 ton makanan, obat-obatan, dan pakaian,” ujar Erdogan.[]Sumber:aa.com.tr/id