ANKARA – Negara-negara anggota Organisasi Kerja sama Islam (OKI) harus melakukan langkah lebih keras, selain hanya mengutuk pengakuan AS atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel, kata Wakil Perdana Menteri Turki Bekir Bozdag pada Minggu.

Bicara kepada saluran televisi Kanal 7, Bozdag berkata, “Pertanyaan tentang Palestina sesungguhnya memiliki jawaban lebih dari warga Palestina, kita tidak seharusnya menganggap masalah ini isu lokal. Palestina dan Yerusalem adalah permasalahan semua negara Muslim.”

Dia menambahkan, “Turki selama ini memiliki kebijakan yang jelas tentang isu Palestina-Yerusalem dan akan terus menyuarakan kebijakan ini dengan keras dan jelas.”

Bozdag juga mengulang pernyataan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, bahwa status Yerusalem adalah “garis merah” bagi umat Muslim.

Pekan lalu, AS mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel yang “tak terpecah” dan mengumumkan akan memindahkan kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem, yang kemudian memicu kritik keras di seluruh dunia.

Erdogan memutuskan mengadakan Pertemuan Luar Biasa OKI di Istanbul pada 13 Desember untuk membahas keputusan AS ini.[]Sumber:anadolu agency