Ketika ada kerabat atau teman tertimpa musibah sehingga menyebabkan kematian, kita segera mengirimkan ucapan “Kami turut belasungkawa dan berdukacita yang sedalam-dalamnya atas musibah…”, atau “Kami sekeluarga mengucapkan turut belasungkawa dan berdukacita atas meninggalnya…”.

Ucapan seperti itu sepertinya sudah mentradisi di lingkungan kita. Penggunaan kata belasungkawa danberdukacita tampaknya selalu hadir bersama. Yang menjadi permasalahan di sini adalah sudah benarkah pemakaian kedua kata itu secara bersamaan?

Memang tidak ada salahnya jika kita mengirimkan ucapan sebagai tanda simpati atau mengungkapkan perasaan sedih kita tatkala ada teman atau kerabat yang sedang tertimpa musibah, apakah berupa bencana alam, seperti tanah longsor, gempa bumi, dan banjir.

Yang menjadi permasalahan di sini adalah isi ucapan yang mengungkapkan ikut bersedihnya perasaan kita terhadap orang lain yang tertimpa musibah. Jadi, yang kita soroti adalah faktor kebahasaan.

Dari sudut bahasa, ada dua hal yang patut kita kemukakan dalam kaitannya dengan belasungkawa danberdukacita. Kata belasungkawa biasanya untuk menyatakan perasaan sedih. Kata tersebut berasal dari bahasa Jawa, yakni bela yang berarti menuntut bela, turut serta, dan sungkawa berarti susah, sedih.

Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesiabelasungkawa berarti ‘pernyataan turut berdukacita’. Oleh sebab itu, ungkapan “Kami turut belasungkawa dan berdukacita atas…” mengandung kemubaziran kata karena dalam kata belasungkawa sudah terkandung pula makna “turut berdukacita”.

Dengan kata lain, kata turut berdukacita tidak perlu lagi digunakan dalam ungkapan itu. Kata dukacitamempunyai makna kesedihan hati, kesusahan hati dan berdukacita berarti bersusah hati, bersedih hati. Dukacita berkaitan dengan sedih. Kata sedih berarti (1) merasa sangat pilu dalam hati, susah hati (2) menimbulkan rasa susah (pilu dan sebagainya) dalam hati, duka.

Ada kalanya dalam ungkapan dukacita kita menggunakan kata berkabungBerkabung adalah kata lain untuk menyatakan dukacita, (1) memakai kabung sebagai tanda berdukacita karena ada keluarga yang meninggal, (2) berdukacita karena keluarga, kerabat, dan sebagainya meninggal.

Berdasar maknanya, kita bisa memilih salah satu di antara kata-kata itu. Jadi, kita dapat memilih salah satu ungkapan berikut. (1) Kami berbelasungkawa atas…, (2) Kami mengucapkan belasungkawa atas…, (3) Kami turut berdukacita atas…, (4) Kami turut berkabung atas…

Dalam bahasa Indonesia ada kata-kata yang mempunyai makna sama yang disebut dengan kata bersinonim. Dari segi keefektifan bahasa, pemakaian kata sinonim secara bersamaan akan menimbulkan kemubaziran.

Oleh sebab itu, agar tidak mubazir dan bahasa yang digunakan menjadi efektif, sebaiknya kita pilih salah satu saja yang digunakan.[]

Sumber: Lampung Post, 21 Sep. 2011. Ninawati Syahrul, Pegawai Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Jakarta.