Senin, Juli 15, 2024

Kapolres Aceh Utara AKBP...

LHOKSUKON - AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., kini resmi mengemban jabatan Kapolres...

Temuan BPK Tahun 2023...

BLANGKEJERN - Badan Pemeriksa Keungan (BPK) Perwakilan Aceh menemukan kelebihan pembayaran pada anggaran...

Pj Bupati Aceh Utara...

ACEH UTARA - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menerbitkan surat keputusan (SK) tentang...

Kadispora Lhokseumawe Apresiasi Pejuang...

LHOKSEUMAWE - Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XVII Provinsi Aceh di Aceh Timur...
BerandaNewsPendidikanUIN Ar-Raniry Bahas...

UIN Ar-Raniry Bahas Kemungkinan Tradisi Pendidikan Dayah Diterapkan di PT

BANDA ACEH – Nilai-nilai yang ada dalam tradisi pendidikan dayah dianggap penting untuk dibumikan di perguruan tinggi Islam.

Pembahasan ini mengemukakan dalam Talkshow Pendidikan Islam yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan di Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Rabu 7 Oktober 2021.

Talkshow yang dimoderatori Komisioner dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh, Dr. Teuku Zulkhairi ini menghadirkan dua orang pembicara utama yaitu guru besar UIN Ar-Raniry Prof. Dr. Syamsul Rijal, M.Ag dan Ustazah Rahmatillah Rasyidin, M.Ag dari Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh.

“Tradisi pendidikan dayah yang dimaksudkan disini adalah kebiasaan dan adat istiadat yang bernuansa Islam seperti kebiasaan melakukan salat berjama’ah, tadarrus al-Qur’an, ta’zhim terhadap guru, menghargai waktu untuk beribadah, menghormati sesama kolega yang selama ini telah mengakar kuat dalam tradisi pendidikan dayah,” ujar Ustazah Rahmatillah yang tampil sebagai pembicara pertama.

Sementara itu, Prof. Dr. Syamsul Rijal, M.Ag yang berbicara pada giliran kedua mengatakan bahwa dayah dan kampus itu ibarat dua sisi mata uang yg tidak bisa dipisahkan.

“Bahkan sejak dari dulu UIN ketika masih dalam status IAIN itu saling bergandengan baik dengan Universitas Syiah Kuala maupun atau dengan dayah-dayah,” kata Prof. Syamsul.

Menurut guru besar Filsafat Islam yang pernah nyantri di Dayah Mudi Mesra Samalanga ini, dayah dan kampus sama-sama penting menjaga agar tidak eklusif. Artinya, menurut Prof. Syamsul, bahwa nilai-nilai kelebihan yang ada di dayah itu bisa diintegrasikan ke kampus dan bahwa apa yang lebih di kampus itu bisa dibawa ke dayah untuk saling melengkapi.

Prof. Syamsul juga menyampaikan, bahwa berbicara tentang akhlak yang harus ditanamkan dalam tradisi pendidikan Islam di Perguruan Tinggi maka itu kita harus memiliki softskill dan hardskill.

“Soft skill nya yaitu ilmu pengetahuan. Sedangkan hard skill nya adalah kelakuan kita sehari hari. Apakah seusuai dengan ilmu atau tidak. Sebagaimana dalam ayat Al-Quran Bahwa Shalat dapat mencegah dari kemungkaran, itu adalah soft skill. Sedangkan hard skill nya adalah lakukan shalat dengan benar dan khusyu’,” kata Prof. Syamsul Rijal menjelaskan.

Sementara itu, Ketua HMP PAI periode 2020-2021, Agam Muhammad Rizki menyampaikan bahwa dengan penyelenggaraan talkshow kali ini diharapkan agar para mahasiswa dapat mendengar dengan baik meteri dan point-point yang disampaikan pemateri sehingga setelah keluar dari ruangan para mahasiswa dapat memperoleh ilmu dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Talkshow Pendidikan Islam ini dibuka oleh Ketua Prodi PAI Marzuki Abubakar, M.Si dan dihadiri seratus mahasiswa UIN Ar-Raniry dan para undangan lainnya. Acara Talkshow diselenggarakan dalam serangkaian kegiatan festival tahunan lainnya.[](Rilis)

Baca juga: