Selasa, Juli 23, 2024

Dinkes Gayo Lues Keluhkan...

BLANGKEJEREN - Dinas Kesehatan Kabupaten Gayo Lues mengeluhkan proses pencairan keuangan tahun 2024...

H. Jata Ungkap Jadi...

BLANGKEJEREN – H. Jata mengaku dirinya ditunjuk Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menjadi Pj....

Bandar Publishing Luncurkan Buku...

BANDA ACEH - Penerbit Bandar Publishing Banda Aceh meluncurkan sekaligus dua karya Dr....

Rombongan Thailand Selatan Kunjungi...

BANDA ACEH – Delegasi dari berbagai lembaga di Thailand Selatan mengunjungi Kantor Partai...
BerandaUlama Mesir Jadi...

Ulama Mesir Jadi Saksi Ahli Ahok, Ini Kata Munarman FPI

JAKARTA – Kubu Basuki T. Purnama mendatangkan saksi ahli dari Mesir untuk membelanya terkait kasus penistaan agama yang saat ini sedang ditangani Kepolisian.

Front Pembela Islam (FPI) Munarman mempertanyakan kenapa ulama dari Mesir ikut-ikutan perkara di Indonesia. Sementara, masih banyak ulama-ulama lain di Indonesia yang tergabung di dalam Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Ini urusan Indonesia, ulama Mesir tentu tidak paham dengan kondisi di Indonesia. Jadi untuk apa mendatangkan ulama dari luar sementara di Indonesia ada MUI,” kata Munarman di Jakarta, Senin, (14/11).

Dia juga heran, selama ini Islam di Indonesia digembar-gemborkan berbeda dengan Islam Timur Tengah. Karena itu dia menuding rezim Jokowi munafik.

“Kok sekarang ketika MUI menyatakan bahwa ada penistaan agama, malah mendatangkan ulama Timur Tengah. Ini kan antara pernyataan dengan perbuatan tidak konsisten, inilah kemunafikan yang dilakukan rezim Jokowi,” ungkapnya.

Menurutnya, kedatangan ulama asal Mesir tersebut tak lepas dari peran Dubes RI untuk Mesir, Helmy Fauzy.  Helmy merupakan politikus PDIP yang juga tergabung dalam relawan Jokowi saat pilpres, yaitu Seknas Jokowi.

“Saya sudah tau jalurnya siapa, Dubes Indonesia di Mesir itu orang PDIP,” urainya.

Meski begitu, FPI akan menghadirkan saksi tandingan.

“Kita juga siapkan ahli untuk mencounter. Ini dibuat menjadi seperti permainan game,” demikian Munarman.

Saksi ahli yang didatangkan tersebut adalah ulama Al-Azhar, Syekh Amr Wardani.

“Itu (permintaan) dari pihak terlapor ya, pihak terlapor kan boleh, seperti Jessica mau ngambil dari Australia, kan silakan, jadi yang dari terlapor ngambil dari Mesir ya silakan, enggak ada masalah,” ujar Kapolri Jenderal Tito Karnavian.[] rmol.co

Baca juga: