ANKARA – Lembaga pengungsi PBB pada Kamis mengumumkan proyek baru untuk mendukung perlindungan pengungsi dan pelayanan untuk pencari suaka di Turki, negara yang menampung jumlah pengungsi Suriah terbanyak.

Proyek selama 21 bulan itu dibiayai oleh Uni Eropa dengan dana EUR 25 juta yang dihibahkan ke Fasilitas untuk Pengungsi di Turki, kata UNHCR dalam pernyataan mereka.

“Tujuan spesifik proyek ini adalah untuk turut ikut serta dalam perlindungan pengungsi dan pencari suaka di Turki melalui proses registrasi, menyediakan dukungan, pengawasan, meningkatkan komunikasi dan koordinasi antara pihak-pihak yang terlihat,” jelas mereka.

Proyek itu juga akan menyediakan bantuan hukum bagi pengungsi, dibantu oleh Asosiasi Pengacara Turki (UTBA). Mereka akan memberikan akses terhadap layanan bantuan hukum bagi pengungsi dan pencari suaka di 18 provinsi Turki, kata UNHCR.

Selain itu, UNHCR juga akan membangun “sistem untuk identifikasi dan melacak kasus-kasus serta melatih pengacara secara khusus”.

Jane Lewis, kepala Perlindungan Sipil dan Bantuan Kemanusiaan UE di Turki, menekan bahwa pengungsi di Turki memiliki akses terhadap berbagai layanan sosial, termasuk kesehatan dan pendidikan, melalui sejumlah institusi publik.

“Pemenuhan hak-hak pengungsi kadang dipersulit karena kurangnya informasi mengenai proses hukum. Kami menganggap proyek ini sangat penting karena akan memperbaiki kondisi hidup para pengungsi di Turki,” terang Lewis.

Representatif UNHCR Katharina Lumpp di Turki juga memuji proyek itu dan upaya Turki memenuhi kebutuhan pengunsi.

“Proyek ini memberikan bantuan yang cukup besar agar UNHCR bisa memprioritaskan kerjanya di Turki. Prioritas itu termasuk meningkatkan perlindungan bagi pengungsi dan membuka akses mereka terhadap layanan yang disediakan lembaga-lembaga nasional dan lokal,” kata Lumpp.

Saat ini Turki menampung lebih dari 3 juta pengungsi Suriah, lebih banyak dari negara manapun di dunia.[]Sumber:anadoluagency