LHOKSEUMAWE – Ketua Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara, Yulius Dharma, mendorong aparatur desa untuk membentuk Badan Usaha Milik Gampong (BUMG).

Dengan adanya BUMG menurut Yulius, potensi desa bisa digarap dengan sumber daya yang ada dan akan menggerakkan ekonomi masyarakat.

Menurut Yulius, untuk saat ini baru sebagian desa yang ada di Aceh membentuk BUMG. Padahal ini merupakan amanah Undang-Undang No 6 Tahun 2014 tentang Desa, karena Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Transmigrasi (Kemdes PDTT) sudah memrogramkan pembentukan BUMG yang menjadi landasan utama.

“Perhatian besar yang ditujukan kepada desa harus disikapi dengan serius oleh aparatur desa demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, maka kini saatnya embrio ekonomi melahirkan BUMG yang bisa menjadi penopang kehidupan desa dan membangun desa lebih baik,” kata Yulius kepada portalsatu.com, Senin, 29 Agustus 2016.

Dengan adanya dana desa, Yulius meneyebutkan desa memiliki peluang yang bagus untuk membangun daerahnya.

“Jika diperlukan kita dari LPPM siap mencurahkan pikiran untuk masyarakat dalam merealisasikan pembentukan BUMG,” kata Yulius.

Yulius menambahkan, melalui dana desa ini potensi ekonomi desa akan berkembang dengan sangat pesat. Jika desa serius mengelola BUMG, akan menjadi stimulus menggerakkan roda ekonomi suatu desa karena ada fasilitas ekonomi produktif yang dibangun dan dikembangkan oleh warga untuk kesejahteraan mereka.[](ihn)