BANDA ACEH – Jemaah haji Aceh dari kelompok terbang (BTJ 04) atas nama Tinafisah Abdullah Mahmud (72), asal Kabupaten Aceh Utara, yang sempat dirawat di Rumah Sakit Uhud Madinah, Arab Saudi, tiba di Aceh melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar, Jumat, 5 Oktober 2018, malam.

Tinafisah Abdullah Mahmud menggunakan pesawat Garuda Indonesia diantar oleh petugas dari Dirjen PHU Kemenag RI dan disambut Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Aceh, H. Samhudi beserta sejumlah Kasi, petugas KKP Banda Aceh. Selanjutnya, Tinafisah Abdullah Mahmud kembali ke kampung halamannya bersama keluarga didampingi tim medis dan tim Kemenag Aceh menggunakan ambulans. 

Kakanwil Kemenag Aceh, Drs. H.M. Daud Pakeh, melalui Kabid PHU, H. Samhudi, S.S., mengatakan jemaah haji itu dipulangkan setelah dinyatakan layak terbang oleh otoritas Bandara Internasional Amir Muhammad Bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah, dan menjadi tanggung jawab pemerintah sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2008.

“Alhamdulillah, Ibu Tinafisah telah tiba Aceh sekitar pukul 20:45 WIB. Ia diberangkatkan melalui Bandara Madinah ke Jakarta dan sempat dirawat di Jakarta sebentar, untuk pemantauan kesehatan, kemudian baru melanjutkan perjalanan ke Aceh. Semua proses tersebut ditanggung pemerintah, jemaah tidak dipungut biaya apapun,” kata Samhudi dalam keterangannya diterima portalsatu.com/, Sabtu, 6 Oktober 2018.

Samhudi menjelaskan, kehadirannya bersama kawan-kawan KKP merupakan sesuai dengan SOP untuk memberikan pelayanan kepada jemaah haji.

“Setiap jemaah haji berhak memperoleh pembinaan, pelayanan, dan perlindungan dalam menjalankan ibadah haji yang meliputi salah satunya adalah pemberian kenyamanan transportasi dan pemondokan di Arab Saudi dan saat kepulangan ke tanah air, termasuk mereka yang sakit untuk diantar langsung ke daerah asal setelah dinyatakan layak terbang. Walaupun sudah diluar musim haji namun tetap dikembalikan kepada keluarganya,” ujar Samhudi. 

Samhudi juga menyampaikan, saat ini jemaah haji Aceh yang masih dirawat di RS Arab Saudi tinggal satu orang lagi, yaitu Abdul Jalil Musa Teungku Jaba dari BTJ 09 yang sedang dirawat di Rumah Sakit Anshar, Madinah, sejak 20 September 2018 lalu.

“Karena mengalami pulmonary oedem + chronic obstructive pulmonary disease atau penyakit paru obstruktif kronik dengan keterbatasan aliran udara yang kronis,” ungkapnya.

Sementara itu, dokter Maya Sofia dari KKP Kelas III Banda Aceh, mengungkapkan, alasan diperbolehkan langsung pulang ke rumah karena jemaah itu kondisi kesehatannya sudah membaik. Namun tetap didampingi tim medis dan tim Kemenag Aceh sampai tiba di rumah jemaah tersebut. “Alhamdulillah, kondisinya sudah mulai stabil, jadi langsung pulang ke kampung halamannya,” ujar Maya.

Seperti diketahui, total jemaah haji Aceh yang berangkat tahun ini 4.463 orang tergabung dalam 12 kelompok terbang (kloter). Sebanyak 14 orang wafat di Arab Saudi, dan satu jemaah masih dirawat di RS Arab Saudi, sehingga jumlah yang kembali ke tanah air 4.448 orang.[]