PANDRAH – Biasanya anak-anak muda sedikit bersikap minder terhadap kegiatan-kegiatan keagamaan majelis ilmu seolah-olah itu kegiatan para ibu dan bapaknya. Merasa tidak gaul, gengsi dan kolot atau identik dengan dengan kegiatan-kegiatan santri dan para orang tua. 

Berbeda halnya dengan anak milenial di Pandrah, Bireuen. Mereka justru dicemooh oleh kawan-kawannya jika para milenial itu tidak hadir ke majelis pengajian. Mereka bersaing dan merasa malu jika jatah pengajian bulanan pemuda kecamatan digelar di desanya apabila pemuda setempat tidak ramai hadir. 

Mereka berlomba-lomba menghadiri pengajian agar terlihat mampu bersaing dengan desa lain yang telah digelar sebelumnya. 

Seperti terlihat di Gampong Blang, yang dijelaskan Humas Ikatan Penulis Santri Aceh, Al Fadhal, via surat elektronik dikirim ke redaksi media ini, Rabu, 19 Juni 2019.

Al Fadhal menyebutkan, setelah Pj. Camat Pandrah, Teguh Mandiri Putra, menjabat, pengajian pemuda kecamatan diaktifkan kembali dengan cara digelar keliling di tiap desa setiap bulannya. 

Menurut Fadhal, usai Idul Fitri Pengajian Pemuda Al Fatta kembali digelar, Selasa, 18 Junu 2019 malam, di Masjid Nurul Falah, Desa Gampong Blang, Kecamatan Pandrah, Kabupaten Bireuen, yang dihadiri ratusan anak milenial setempat. Pengajian ini merupakan implementasi dari program-program Majelis Pengajian Tastafi Kecamatan Pandrah. Pengajian pemuda tersebut diasuh Tgk. HM. Yusuf Nasir biasa disapa Abiya Rauhul Mudi, Ketua Umum Barisan Muda Ummat (BMU) Pusat. 

“Malam ini Abiya sedikit menyinggung pentingnya peran pemuda dalam membangun peradaban Islam seperti yang telah dibangun oleh masyarakat Aceh dahulu. Abiya juga mengapresiasi pemuda-pemudi di sini dalam membangun peradaban sosial,” ujar Fadhal. 

Di akhir pengajian itu disepakati seluruh peserta yang hadir untuk mengumpulkan sumbangan dari masyarakat Pandrah berupa uang atau beras oleh Panitia Pengajian Pemuda Al Fatta untuk santunan anak-anak yatim dan fakir miskin di Kecamatan Pandrah menjelang Idul Adha nanti.[] Rilis