SUBULUSSALAM – Wakil Wali Kota Subulussalam, Drs. Salmaza, M.A.P mengajak masyarakat di Bumi Syekh Hamzah mendukung program pemerintah pusat terkait vaksinasi.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu takut dan khawatir dengan vaksinasi karena Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa bahwa vaksin Sinovac dinyatakan suci dan halal. Vaksinasi ini bertujuan untuk mencegah penularan Covid-19.

Baca Juga: Dandim Subulussalam Pantau Vaksinasi Anggota TNI di Puskesmas Simpang Kiri

Hal itu disampaikan Salmaza usai menjalani vaksinasi di Puskesmas Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Kamis, 25 Maret 2021. Salmaza baru saja disuntik vaksin, bersama istrinya, Ramadhiani mengaku tidak memiliki gejala apapun usai menjalani vaksinasi.

“Kepada masyarakat, kami mengimbau mari sama-sama kita mendukung program pemerintah pusat terkait vaksinasi untuk mencegah penularan Covid-19,” kata Wakil Wali Kota Subulussalam, Salmaza kepada portalsatu.com/, Jumat, 26 Maret 2021.

Baca Juga: Launching Vaksinasi Subulussalam, Ketua DPRK Ade Fadly Pertama Disuntik Vaksin Covid-19

Imbauan ini disampaikan Salmaza menyusul vaksinasi gelombang ketiga diperuntukkan ASN dan masyarakat umum, setelah sebelumnya gelombang pertama vaksinasi tenaga kesehatan dan vaksinasi gelombang kedua TNI-POLRI di wilayah Kota Subulussalam terlaksana dengan baik.

Salmaza sendiri ia baru bisa menjalani vaksinasi pada gelombang kedua setelah dilakukan pemeriksaan pemeriksaan medis. Harusnya, kata Salmaza, pejabat di daerah orang pertama disuntik vaksin untuk memberikan contoh kepada masyarakat.

Namun pada saat launching vaksinasi nakes gelombang pertama 9 Februari lalu, Salmaza tidak bisa menjalani vaksinasi atas beberapa pertimbangan medis misalnya seseorang tidak boleh disuntik vaksin jika memiliki gejala penyakit jantung, pernah positif Covid-19 dan beberapa jenis penyakit lainnya.

Seperti diketahui sebelumnya Salmaza pernah terinfeksi Covid-19. Namun hasil pemeriksaan medis terakhir, ia dinyatakan boleh menjalani vaksinasi.

“Pada saat vaksinasi gelombang kedua ini, berdasarkan hasil pemeriksaan medis saya sudah diperbolehkan. Maka saya langsung menjalani vaksinasi,” ungkap Salmaza.

“Setelah disuntik vaksin, tidak ada gejala apa-apa, kecuali ada rasa ngantuk sebentar habis itu biasa saja,” kata Salmaza menambahkan. []