JAKARTA – Bank Indonesia, Senin, 17 Februari 2020 merilis jumlah ULN Indonesia tercatat sebesar 404, 3 miliar dolar AS pada akhir 2019. Terdiri dari 202,9 miliar dolarAS utang pemerintah dan bank sentral, sisanya 201,4 miliar dolar AS utang sektor swasta, termasuk BUMN. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 7,7 persen.
Pertumbuhan ULN pemerintah tersebut ditopang oleh arus masuk investasi nonresiden pada Surat Berharga Negara (SBN) domestik dan penerbitan dual currency global bonds dalam mata uang USD dan Euro.
Sementara ULN swasta didominasi oleh sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara (LGA), sektor industri pengolahan, dan sektor pertambangan dan penggalian.
Pangsa ULN di keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 76,9 persen. Selain itu, struktur ULN Indonesia tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang dengan pangsa 88,3 persen dari total ULN. [rilis]


