Minggu, Juli 21, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaNewsKetika Polisi Gelar...

Ketika Polisi Gelar Vaksinasi Hingga Malam Hari

BANDA ACEH – Sejumlah Polres di Aceh menggelar vaksinasi dari pagi hingga malam hari untuk menggenjot capaian pada pengujung tahun 2021 ini. Seperti dilakukan Polres Lhokseumawe, selain vaksinasi mobile, gerai vaksin di Polsek-Polsek tetap dibuka pada malam hari, sejak beberapa hari lalu. Polisi juga memberikan bahan pokok kepada warga yang ikut program vaksinasi.

Sejumlah warga merasa terbantu dengan adanya pelayanan vaksinasi di malam hari. Sebab, tidak terganggu dengan pekerjaan mereka pada siang hari.

“Saya dapat informasi, malam hari juga dibuka gerai vaksinasi, saya langsung datang ke lokasi,” kata Abdullah, warga yang mengikuti vaksinasi di gerai vaksin Polsek Banda Sakti, Lhokseumawe, Kamis, 16 Desember 2021, malam.

Abdullah menyadari pentingnya mengikuti vaksinasi untuk meningkatkan kekebalan tubuh di masa pandemi Covid-19 ini, sehingga ia bersedia disuntik vaksin. Dia mengajak masyarakat yang belum divaksin segera mendatangi gerai vaksinasi terdekat.

“Bagi rekan-rekan yang belum melakukan vaksinasi, luangkan waktu untuk bisa divaksin. Ini penting untuk meminimalisir risiko terpapar covid. Alhamdulillah, setelah vaksin juga dapat sembako,” ujar Abdullah.

Dewi, ibu rumah tangga di Cunda, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, mengaku baru sempat mengikuti vaksinasi dosis pertama setelah Polres Lhokseumawe membuka pelayanan pada malam hari. Sebelumnya, rencana Dewi ikut vaksinasi beberapa kali tertunda lantaran ia sibuk bekerja siang sampai sore.

“Sudah seharusnya pemerintah daerah termasuk semua unsur terkait seperti polisi dan TNI membantu memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh pelayanan vaksinasi. Bagi warga yang tidak bisa ikut vaksinasi di pagi, siang atau sore, bisa datang malam hari seperti saya,” tutur Dewi, Jumat (17/12).

Anwar, warga Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, yang sudah dua kali menerima vaksin, berharap Pemda dan unsur Forkopimda melakukan berbagai upaya untuk memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan vaksinasi.

“Tingkatkan pelayanan vaksinasi pagi sampai malam, termasuk dari rumah ke rumah. Selain itu, sosialisasi dari Pemda terutama tim kesehatan dengan melibatkan ulama dan tokoh masyarakat di desa harus terus dilakukan supaya semakin masyakat yang menyadari vaksin itu aman dan halal. Sosialisasi tersebut sekaligus untuk menangkal informasi sesat yang disebarkan orang tidak bertanggung jawab,” kata Anwar.

Polres Lhokseumawe bersama instansi terkait melaksanakan vaksinasi secara mobile malam hari di wilayah Kota Lhokseumawe, sejak Selasa (14/12). Gerai-gerai vaksin juga dibuka malam hari dan disediakan layanan antar-jemput untuk memudahkan masyarakat.

“Semua gerai vaksin di Polsek-Polsek tetap buka malam hari untuk melayani masyarakat yang ingin ikut vaksinasi. Sehingga memudahkan masyarakat yang tidak sempat datang saat siang hari ke gerai vaksin. Kalau siang umumnya masyarakat punya kesibukan masing-masing, karena itu kami melayani vaksin di malam hari,” ujar Kasi Humas Polres Lhokseumawe, Salman Alfarisi, Selasa (14/12).

Salman menyebut vaksinisasi mobile dan membuka gerai vaksin hingga malam hari bertujuan menyukseskan program percepatan vaksinasi nasional. Dengan cara seperti itu diharapkan semakin mempercepat capaian target. Sebab, saat ini untuk wilayah Lhokseumawe baru sekitar 49 persen warga yang sudah divaksin.

“Ada lima gerai vaksin yang kita sediakan pada malam hari, yaitu gerai vaksin Polres Lhokseumawe, Polsek Banda Sakti, Polsek, Blang Mangat, Polsek Muara Dua dan Polsek Muara Satu. Fokus kita adalah masyarakat yang belum ikut vaksinasi sama sekali. Jika ada masyarakat yang ingin melakukan vaksinasi tahap kedua, tetap kami layani,” kata Salman.

Selain membuka gerai vaksin malam hari, untuk menggenjot capaian tersebut, langkah lain yang dilakukan jajaran Polres Lhokseumawe yaitu meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat di sejumlah tempat pelayanan publik, kafe, sekolah, hingga turun ke gampong-gampong/desa.

Personel Polres Lhokseumawe bersama TNI dan petugas Dinas Kesehatan turun ke gampong-gampong untuk mengajak masyarakat bersedia ikut program vaksinasi. “Dengan membentuk pos atau gerai vaksin di meunasah-meunasah (surau), serta TNI-Polri turun berkeliling secara dialogis dan humanis mengajak warga untuk ikut vaksinasi,” ujar Salman, Rabu (15/12).

Personel Polres Lhokseumawe bersama tim gabungan Operasi Yustisi juga mengedukasi pengunjung kafe terkait program vaksinasi. Lokasi yang menjadi sasaran tim gabungan TNI, Polri, Satpol PP WH, petugas kesehatan dan Dinas Perhubungan yakni pengunjung Platinum Coffee, The Brezz Coffee, seputaran Jalan Merdeka Barat dan Jalan Merdeka Timur, Sabtu (18/12), malam.

“Dengan sikap persuasif dan humanis, personel juga mengimbau pengunjung kafe supaya selalu mematuhi protokol kesehatan (prokes). Selain memakai masker dan menjaga jarak, pengunjung agar menfaatkan wastafel saat memasuki kafe, karena mencuci tangan salah satu langkah mencegah penyebaran Covid-19,” ujar Salman.

Sementara itu, Kapolda Aceh, Irjen Pol. Ahmad Haydar, meminta seluruh masyarakat di wilayah hukumnya yang memenuhi persyaratan agar melaksanakan vaksinasi, baik dosis I maupun dosis II agar target capaian 70 persen pada akhir Desember ini bisa terpenuhi.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Winardy, mengatakan saat ini capaian vaksinasi Polda Aceh baru 48,03 persen atau 1.935.277 orang untuk dosis I dan 24,86 persen atau 1.001.424 orang untuk dosis II. Capaian ini masih jauh dari target yang ingin dicapai pada akhir tahun 2021 yaitu 70 persen.

”Kami harapkan masyarakat segera melaksanakan vaksin di gerai-gerai terdekat,” ucap Winardy, Senin (20/12).

Selama ini Polda Aceh bersama Polres jajaran terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan dan mengejar target capaian vaksinasi. Bahkan, beberapa Polres menggelar vaksinasi pada malam hari. Hal tersebut seperti dilaksanakan Polres Lhokseumawe, Aceh Utara, Bener Meriah, Langsa, Pidie, Aceh Selatan, Tamiang, dan Polres Aceh Barat.

Hasilnya, capaian harian vaksinasi mengalami peningkatan. Seperti pada Sabtu (18/12), vaksinasi mencapai 41.708. Kemudian, Minggu (19/12), vaksinasi 35.556. Jumlah tersebut melebihi target yang dibuat Polda Aceh, yaitu 34.200 orang.

“Di jajaran, vaksinasi sampai dilakukan pada malam hari. Ini semata-mata untuk terus meningkatkan capaian vaksin agar herd immunuty segera tercipta. Alhamdulillah membuahkan hasil,” kata Winardy.

Namun, kata Winardy, secara menyeluruh dari total 4.028.891 masyarakat yang menjadi sasaran vaksinasi, baru 1.893.641 yang melaksanakannya. Artinya, masih ada 2.135.250 yang belum vaksin.

“Kalau dikalkulasi secara keseluruhan, capaian kita masih tergolong rendah. Oleh karena itu, kami imbau kepada masyarakat yang belum vaksin agar segera melakukannya,” ujar Winardy.

Untuk mendukung kegiatan vaksinasi, Mabes Polri dan Polda Aceh mengirimkan 130 tenaga kesehatan (Nakes) berstatus BKO untuk menjadi vaksinator ke jajaran.

Winardy juga mengingatkan seluruh masyarakat Aceh untuk mewaspadai varian baru Omicron. Temuan kasus pertama Covid-19 varian Omicron tersebut sebagaimana diumumkan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, Kamis (16/12).

“Bapak Menkes sudah mengumumkan tentang deteksi varian Omicron. Kita patut mewaspadai itu, karena penularannya lebih cepat dari varian Delta. Covid-19 varian Omicron ini juga tanpa gejala, masih sehat, tak ada demam, dan tidak ada batuk-batuk. Kalau tidak vaksin berpeluang menyebabkan kematian,” kata Winardy.

Salah satu upaya untuk menangkal Covid-19, terlebih varian Omicron adalah dengan vaksinasi. Setidaknya apabila terpapar efeknya tidak terlalu parah. “Vaksin adalah ikhtiar nyata kita dalam menangkal dan meminimalisir efek dari paparan Covid-19, terlebih varian baru Omicron,” ujar Winardy.

Nanda Saputra (31), warga Desa Uteunkot, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe meraih hadiah utama sebuah sepeda motor dalam pengundian voucher vaksin khusus dosis pertama, di Gerai Vaksin Mapolres Lhokseumawe, Jumat (17/12), sore.

“Saya benar-benar tidak menyangka saat ditelepon bahwa saya dapat motor, karena saya ikut program vaksin bukan untuk motor,” ujar Nanda didampingi ibunya, Zulbaiti.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan di salah satu kafe di Lhokseumawe itu menyebut sepeda motor ini merupakan rezeki baginya karena mengikuti program vaksinasi. Dia mengajak masyarakat yang belum divaksin segera datang ke gerai vaksin terdekat. “Ayo vaksin untuk kesehatan pribadi. Jangan khawatir, vaksin aman dan halal,” ucapnya.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto, juga memberikan piagam penghargaan dan karpet sajadah masjid kepada Gampong Cot Girek Kandang, Muara Dua, Selasa (14/12). Pemberian penghargaan dan bantuan sajadah tersebut sebagai bentuk apresiasi jajaran Polres Lhokseumawe untuk Cot Girek Kandang yang menjadi salah satu gampong dengan capaian tertinggi vaksinasi, yaitu hampir 70 persen warga setempat telah ikut vaksinasi.

Menteri Dalam Negeri RI, Muhammad Tito Karnavian, meminta Gubernur, Bupati/Wali Kota se-Aceh bekerja keras untuk meningkatkan capaian vaksinasi Covid-19 dosis pertama di masing-masing wilayah dipimpin agar mencapai 70 persen dalam sisa waktu tahun 2021 ini.

“Sekarang rendah sekali cakupan vaksinasi harian, semua daerah menurun,” kata Tito dalam Rapat Koordinasi Percepatan Vaksinasi bersama Forkopimda Aceh dan seluruh bupati/wali kota, di Kantor Gubernur Aceh, Selasa (14/12).

Tito mengatakan agar capaian vaksinasi Aceh secara akumulatif mencapai 70 persen, maka capaian vaksinasi setiap kabupaten/kota harus merata mencapai 70 persen. Capaian setiap harinya perlu digenjot secara signifikan.

Menurut Tito, bila capaian vaksinasi harian berjalan lambat, ia khawatir stok vaksin yang masih tersisa di kabupaten/kota di Aceh berpotensi kadaluarsa.

“Angka 70 persen ini dapat dipercepat dengan dukungan bersama, bupati/wali kota harus bergerak serentak. Tak cukup dengan Pemda, tapi TNI dan Polri, BIN, Jaksa dan semua stakeholder lainnya harus terlibat,” kata Tito.

Tito menyebutkan sejumlah strategi yang dapat diterapkan di Aceh agar capaian vaksinasi meningkat hingga 70 persen dalam tahun 2021 ini. Pertama, ia menyarankan agar menggelar vaksinasi terpusat, sehingga masyarakat bisa mendatangi tempat tersebut secara massal.

“Strategi ini sudah diterapkan seperti di Gedung Banda Aceh Convention Hall,” kata Tito.

Berikutnya pelaksanaan vaksinasi digelar berbasis administrasi pemerintahan, mulai di tingkat desa bahkan RT/RW. Strategi tersebut sudah diterapkan di Bali dan berhasil meningkat signifikan.

Selanjutnya, menggunakan metode door to door atau mendatangi langsung ke rumah warga. Vaksin metode ini diprioritaskan bagi lansia yang berada dalam kondisi lemah dan kurang sanggup bepergian.

Mendagri Tito mengapresiasi Kabupaten Simeulue dan Kota Banda Aceh yang telah berhasil mencapai vaksinasi hingga 70 persen lebih. Ia juga mengapresiasi kepala daerah yang melakukan berbagai kegiatan inovatif untuk mengajak masyarakat antusias ikut vaksin.

“Seperti Bireuen ada hadiah umroh, terus di Aceh Tenggara ada door prize bagi peserta yang ikut vaksin,” kata Tito.

Mendagri juga meminta para kepala daerah di Aceh untuk menangkal hoaks soal vaksin. Upaya ini perlu dilakukan agar masyarakat bersedia mengikuti vaksinasi. Menurut Mendagri, persoalan hoaks ini dapat ditangani, salah satunya dengan melibatkan para tokoh yang berpengaruh bagi masyarakat sekitar. Upaya ini, misalnya dengan melibatkan para tokoh agama, apabila hoaks yang merebak berkaitan dengan paham keagamaan.

Langkah lainnya, lanjut Mendagri, yakni dengan melibatkan jajaran Kementerian Agama yang ada di seluruh Aceh. Peran Kementerian Agama ini, dapat berupa memberikan pemahaman kepada lembaga pendidikan yang berada di bawah naungannya, seperti pondok pesantren dan sebagainya. Dengan begitu, masyarakat yang bersedia mengikuti vaksinasi akan semakin banyak.[](Irm/*)

Baca juga: