SAN FRANCISCO – Verizon akan membuat penawaran untuk membeli bisnis web Yahoo! pekan depan. Sedangkan Alphabet, perusahaan induk dari Google, juga mempertimbangkan mengajukan tawaran. Hal itu dilaporkan Bloomberg pada Kamis, 8 April 2016.

Menurut laporan tersebut, Verizon juga ingin membeli saham portal Internet di Yahoo! Jepang senilai sekitar US$ 8,5 miliar untuk mempermanis kesepakatan itu.

Nasib Yahoo! telah menjadi pertanyaan sejak perusahaan itu pada Februari lalu menyatakan ingin menjual bisnis web-nya. Itu termasuk properti Internet inti seperti e-mail dan Fantasy Football, dan teknologi iklannya.

Verizon menolak berkomentar. Seorang juru bicara Google mengatakan perusahaan tidak ingin menanggapi hal itu. Tahun lalu, Verizon membayar US$ 4,4 miliar untuk mengakuisisi AOL, raksasa lain dari era awal web.

Yahoo!, yang telah membentuk sebuah komite untuk mengeksplorasi penjualan, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berkomentar sampai memiliki berita untuk dibagi.

“Perusahaan tidak berniat mengungkap lebih lanjut mengenai hal ini sampai perjanjian transaksi definitif tercapai,” ujar perusahaan pada Februari lalu.

Yahoo!, pelopor Internet yang pernah berjaya, dalam kondisi bergejolak sebelum CEO Marissa Mayer mengambil kendali pada 2012. Ia mengambil langkah mengarahkan perusahaan ke arah baru, termasuk memperbaharui semua situs Yahoo! untuk ponsel pintar. Namun pergeseran itu belum cukup membangkitkan konsumen.

Mayer juga telah mencoba membuat Yahoo! sebagai kekuatan media dengan berbagai langkah, seperti mempekerjakan wartawan dengan nama besar seperti Katie Couric dan menghidupkan kembali komedi NBC “Community”. Namun perusahaan menutup banyak situs media dan mematikan Yahoo! Screen, layanan untuk menampilkan serial aslinya.

Menurut laporan Bloomberg, AT & T dan Comcast telah memutuskan membuat penawaran. AT & T menolak berkomentar. Sedangkan Comcast tidak menjawab permintaan untuk komentar.[]Sumber:tempo.co