ISTANBUL – Peristiwa bersejarah terjadi di Ayasofya (Eng: Hagia Sophia) pada Sabtu 2 Juni 2016. Seorang muazzin mengumandangkan azan di dalam gereja buatan negara adidaya Bizantium pada abad ke-6 Masehi itu, sebuah landmark Konstantinopel (Istanbul).

Ayafofya terletak di distrik Sultanahmet yang bersejarah itu memperdengarkan azan dari menaranya, setetah Jumat yang diyakini sebagai Lailatul Qadar Ramadan 1347 H, menandai wahyu pertama Alquran kepada Nabi Muhammad SAW.

Azan subuh itu menyalakan kembali kontroversi atas penggunaan bangunan ini yang ditunjuk menjadi museum pada tahun 1935 oleh Mustafa Kemal Ataturk yang sekuler, presiden pertama Turki, setelah diubah ke Republik dari Kekhalifahan Turki Usmani.

Meskipun sejak empat tahun terakhir terdengar azan dari menara Ayasofya, tetapi muazin mengumandangkannya dari lapangan museum, bukan di dalam bekas masjid dan katedral. Namun subuh 2 Juli 2016, itu azan dari dalam mihrab.

Ayasofya dibangun sebagai basilika Kristen Ortodoks pada pemerintahan Kaisar Bizantium Justinian I di 537, struktur kubah  khas yang dikenal sebagai Ayasofya di Turki, itu dijadikan masjid setelah penaklukan Konstantinopel oleh Sultan Mehmet II (Fetih) pada tahun 1453.

Dalam beberapa tahun terakhir ada seruan-seruan dari masyarakat supaya Ayasofya dijadikan masjid kembali.

Bulan lalu, pemerintah Yunani mengeluh tentang pembacaan Alquran di dalam Ayasofya selama bulan Ramadan. Hal itu dinilai Kementerian Luar Negeri Turki sebagai kritikan dari Yunani yang tidak dapat diterima.

Kumandang azan ini turut disiarkan dalam program yang menampilkan Mehmet Gormez, kepala Direktorat Urusan Agama Turki pada Sabtu.

Dalam siaran itu, Gormez menyebutkan bahwa serangan teroris di bandara Ataturk Istanbul, yang menewaskan 44 orang tidak bersalah dan dan tiga penyerangnya sebagai serangan perang yang dilancarkan kepada kepada Islam.

Dia mengatakan Islam adalah di antara korban terorisme. “Yang ingin dihilangkan oleh teroris itu tidak hanya hidup kita tetapi juga nilai-nilai tertinggi yang telah dibawa Islam untuk ke kemanusiaan,” katanya.[]Sumber:ANADOLU AGENCY