MEUSEURAYA atau gotong-royong membersihkan makam tinggalan Kesultanan Aceh Darussalam yang dikoordinir oleh LSM Mapesa (Masyarakat Peduli Sejarah Aceh) di Gampong Lampaseh Aceh, Kecamatan Meuraksa, Kota Banda Aceh, 29 Januari 2017.
Kegiatan semacam ini dilakukan setiap hari Ahad (Minggu) sejak beberapa tahun lalu. Nisan-nisan yang rebah ditegakkan, yang terbenam diangkat dan didirikan ulang dengan teratur, lalu dibasuh supaya bersih dan inskripsi (tulisan di batu)-nya mudah dibaca.
Hanya satu orang yang mampu membaca inskripsi di batu-batu nisan Aceh tersebut, yaitu Taqiyuddin Muhammad. Dan belakangan, Ketua Mapesa, Mizuar Mahdi, pun mulai mampu membacanya perlahan.[]

