Di kalangan pecinta sastra, mungkin nama gadis ini tak asing lagi. Kiprahnya di dunia puisi telah ditekuni sejak kecil. Dialah Zuliana Ibrahim. Gadis yang dibesarkan di Tanoh Gayo, Gampong Nunang Antara, Bebesen, Aceh Tengah.
Gadis yang kerap disapa Ana itu telah banyak melahirkan puisi. Ia satu-satunya wanita Gayo yang kini giat menekuni dunia sastra. Baginya, puisi merupakan wadah dimana ia dapat menyampaikan aspirasi dan kritikan. Dengan puisi pula, ia telah dikenal di kalangan sastrawan dan komunitas pecinta puisi di Indonesia.
Dua belas goresan pena jemari tangan mungilnya telah dicantumkan dalam antologi puisi ternama di Tanah Air. Adalah “Secangkir Kopi” buku antologi puisi yang memuat karyanya bersama penyair dari enam negara, seperti Thailand, Indonesia, Rusia, Malaysia, Denmark dan Taiwan.[]

